banner 728x250

Sambut 1 Suro Plt Bupati Ponorogo Pimpin Ziarah Sakral ke 6 Makam Leluhur

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Bunda Lisdyarita jiarah ke makam leluhur

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, bersama jajaran Forkopimda melaksanakan safari ziarah dan tabur bunga di enam lokasi makam leluhur dan pejuang Ponorogo pada Minggu (14/6/2026).
  • ​Lokasi ziarah di Komplek Makam Batoro Katong (pendiri Ponorogo), Makam KRMA Mertonegoro, Makam Ki Ageng Muhammad Besari, Makam RMAA Tjokronegoro, Astana Srandil, dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti.
  • ​ Kegiatan ritual tahunan menyambut pergantian tahun Jawa (1 Suro) ini bertujuan sebagai wujud penghormatan, “silaturahmi batin”, serta pemantik kesadaran kolektif masyarakat untuk melanjutkan semangat perjuangan para leluhur demi kemajuan Ponorogo.

PONOROGO MAKNAJATIM – Mengawali pergantian tahun Jawa yang sarat akan makna spiritual, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar ritual “silaturahmi batin” dengan para pendahulu.

Sebuah momentum sakral digelar untuk mengenang, menghormati, sekaligus merawat ikatan spiritual dengan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para leluhur Bumi Reog.

​Pada Minggu (14/6/2026), Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, memimpin langsung jalannya safari ziarah makam leluhur.

Didampingi jajaran Forkopimda dan perangkat daerah, rombongan bergerak dalam kekhusyukan, menyusuri enam lokasi bersejarah yang menjadi pilar peradaban Ponorogo.

​Ziarah agung ini diawali di Komplek Makam Batoro Katong yang terletak di Desa Setono, Kecamatan Jenangan. Di sinilah tempat peristirahatan abadi adipati pertama sekaligus pendiri Ponorogo, bersama beberapa adipati penerusnya.

Suasana khidmat menyelimuti komplek makam saat rombongan merundukkan kepala, menyerap kembali semangat babat alas sang pelopor.

​Perjalanan spiritual kemudian ke Makam KRMA Mertonegoro: Menuju Desa Tajug, Kecamatan Siman, rombongan memberikan penghormatan di pusara bupati pertama Kota Tengah tersebut.

​Makam Ki Ageng Muhammad Besari: Bergeser ke Kecamatan Jetis, rombongan bersimpuh di makam ulama besar pendiri Pesantren Tegalsari, pusat penyebaran Islam dan intelektualitas masa lalu.

​Makam RMAA Tjokronegoro: Menghormati tokoh ulama sekaligus Bupati Ponorogo periode 1856-1882 yang dikenal sarat akan kepemimpinan yang agamis.

​Astana Srandil (Makam R.M. Mertokusumo): Tempat bersemayamnya pejuang tangguh Ponorogo yang mendedikasikan hidupnya demi tanah kelahiran.

​Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti: Sebagai pamungkas, rombongan memberi penghormatan terakhir di tempat bersemayamnya para kusuma bangsa, pejuang kemerdekaan.

Di setiap pusara yang dikunjungi, lantunan doa dan ayat-ayat suci mengalun dengan penuh khidmat, memecah keheningan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di atas pusara para leluhur.

​”Tabur bunga ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol penghormatan tertinggi dan ungkapan terima kasih yang mendalam atas jasa para leluhur yang telah meninggalkan warisan hebat bernama Ponorogo.”

​Di sela-sela kegiatan tersebut, Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyampaikan pesan mendalam terkait esensi dari ziarah sakral ini.

Beliau berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial menyambut 1 Suro, melainkan pemantik kesadaran kolektif.

​”Melalui ziarah ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama untuk melanjutkan semangat perjuangan para leluhur.

Tugas kita sekarang adalah menjaga api perjuangan itu tetap menyala, demi mewujudkan Ponorogo yang lebih hebat, maju, dan bermartabat,” tutur Bunda Lisdyarita dengan penuh takzim.

​Memasuki bulan Suro, Ponorogo tidak hanya bersolek secara fisik, namun juga membasuh raga dan jiwanya melalui doa, mengenang sejarah agar tak kehilangan arah dalam melangkah ke masa depan.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *