Foto: Boby / Doding Rachmadi Sekretaris DPC PDI-P Trenggalek saat wawancara dengan awak media
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Bertempat di Hotel Hayam Wuruk, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak bagi 14 kecamatan pada Selasa (21/4/2026).
Agenda lima tahunan ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan langkah strategis partai dalam melakukan regenerasi total untuk menghadapi peta politik masa depan.
Dalam Musancab yang dihadiri sekitar 500 peserta dari unsur KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) tingkat ranting ini, PDIP menetapkan standar baru dalam komposisi kepengurusan di tingkat kecamatan (PAC).
Setiap kecamatan yang terdiri dari 11 pengurus wajib mengakomodasi:
Minimal 4 keterwakilan perempuan.
Minimal 3 kader milenial (di bawah usia 35 tahun).
Langkah ini diprediksi akan mengubah wajah PAC PDIP di Trenggalek, di mana komposisi anak muda diproyeksikan mencapai 50 hingga 70 persen dari total pengurus yang dilantik.
Ketua DPC PDIP Trenggalek Doding Rachmadi menegaskan bahwa, konsolidasi ini merupakan fondasi untuk melampaui capaian saat ini.
Dengan modal 13 kursi di DPRD Trenggalek sekarang, partai berlambang banteng moncong putih ini memasang target ambisius pada Pileg 2029.
”Target kita ada tambahan dari 13 kursi yang ada sekarang menjadi 15 hingga 16 kursi di parlemen,” tegasnya di sela-sela acara.
Terkait strategi perebutan suara milenial dan Gen Z, partai memilih pendekatan “kerja nyata” terlebih dahulu.
Penggarapan suara pemilih muda secara masif baru akan diakselerasi satu tahun menjelang pemilu, sementara saat ini fokus utama adalah pengabdian masyarakat.
Sejalan dengan visi partai, Bupati Trenggalek yang turut hadir memberikan instruksi tajam kepada calon pengurus PAC baru. Pasca dilantik, mereka diminta langsung turun ke lapangan untuk menangani isu-isu krusial, terutama:
Pengawalan Kemiskinan: Melakukan inventarisasi masyarakat miskin di desa-desa.
Advokasi Kesehatan: Merespons penonaktifan BPJS masyarakat kurang mampu agar segera mendapatkan solusi koordinatif.
Mengenai persiapan Pilkada, PDIP Trenggalek mengaku sangat percaya diri.
Penurunan ambang batas pencalonan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi 4% dinilai semakin memudahkan partai untuk mengusung kader potensial.
”Pilkada kemarin saja kita (seolah) tidak ada lawan, sekarang tentu kita jauh lebih siap,” ungkap salah satu petinggi partai.
Menanggapi wacana pemilihan tidak langsung atau skema kerja sama politik, PDIP Trenggalek tetap realistis namun optimis.
Untuk mengamankan ambang batas 23 kursi dari total 45 anggota dewan, saat ini mereka masih membutuhkan tambahan 10 kursi jika ingin membangun koalisi besar. Namun, jika target 2029 tercapai secara signifikan, PDIP sangat berpeluang untuk memberangkatkan calon Bupati secara mandiri tanpa bergantung pada koalisi.
Menutup rangkaian agenda, pihak internal partai menyoroti fenomena melek politik di media sosial. PDIP menilai tingginya antusiasme Gen Z dan milenial bergabung dengan partai, adalah bukti bahwa tingkat kepedulian politik anak muda Trenggalek semakin mandiri dan kritis.
Medsos akan menjadi ruang interaksi utama PDIP untuk menjaga kedekatan dengan pemilih muda ke depan.
Editor : Tatang Dahono


















