banner 728x250

Kombinasi Adrenalin dan Ketangkasan: Panahan Berkuda Pukau Ponorogo

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Bunda Lisdyarita
berharap, semakin banyak lahir atlet-atlet berkuda memanah dari Ponorogo yang mampu membawa prestasi di tingkat daerah dan nasional.

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • ​Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pordasi Horseback Archery se-Jawa Timur,
    ​ Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026 di Sirkuit Ban Bunder, Ponorogo.
  • ​48 atlet dari 9 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berlaga di 5 kategori perlombaan.
  • ​Menjaring bibit unggul, pemanasan menuju Kejurnas 2026, persiapan menyambut PON 2028, serta memasyarakatkan olahraga panahan berkuda di Jawa Timur.

PONOROGO MAKNAJATIM — Memanah dari atas tanah saja sudah menuntut ketelitian tinggi, apalagi jika harus membidik sasaran dalam kecepatan penuh di atas punggung kuda.

Kombinasi adrenalin dan presisi inilah yang disuguhkan oleh 48 atlet terbaik dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pordasi Horseback Archery se-Jawa Timur, yang berlangsung seru di Sirkuit Ban Bunder Ponorogo, Sabtu–Minggu (25–26 Juli 2026).

​Mewakili sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur, para peserta unjuk kebolehan mengendalikan laju kuda sembari membidik target secara akurat.

Persaingan sengit pun tersaji di lima kategori yang dipertandingkan: Fast Shooting, Dynamic Shooting, Circle 400, Serial Shot, hingga Indonesian Track.

​Keterampilan dan keberanian para atlet menuai decak kagum dari Bunda Lisdyarita.

Ia menilai olahraga ini membutuhkan sinergi luar biasa antara kekuatan fisik, ketangkasan, hingga ketenangan mental yang berlipat ganda.

​“Harapannya, semakin banyak lahir atlet-atlet berkuda memanah dari Ponorogo yang mampu membawa prestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” ujar Bunda Lisdyarita optimis.

Ia juga berharap kejuaraan semacam ini rutin digelar agar ajang horseback archery semakin akrab di mata masyarakat.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), Triwatty Marciano, menegaskan bahwa Kejurda di Ponorogo ini menjadi batu loncatan strategis.

Ajang ini menjadi pemanasan penting menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 sekaligus bentuk persiapan menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatangkan bibit-bibit unggul dari Jawa Timur.

​“Luar biasa. Cabang ini masih tergolong baru, tetapi Jawa Timur sudah memiliki sembilan pengurus cabang.

Semoga jumlahnya terus bertambah dan membuat olahraga ini semakin diminati masyarakat,” ungkap Triwatty mantap.

​Lewat kombinasi tradisi, ketangkasan, dan semangat kompetisi yang membara, Kejurda ini tak hanya berhasil memukau penonton, tetapi juga menjadi bukti nyata pesatnya perkembangan olahraga panahan berkuda di tanah Jawa Timur.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *