Foto: Prokopim / Surga bawah laut Pantai Mutiara kian Memikat, Wabup Trenggalek Resmikan MUF ON ke-4 dan Mutiara Dive Center!
Ringkasan Berita:
- Wabup Trenggalek Syah M. Natanegara membuka Mutiara Under Water Festival and Conservation (MUF ON) ke-4 sekaligus meluncurkan Mutiara Dive Center di Pantai Mutiara, Watulimo (28/7/2026).
- Mutiara Dive Center berbasis rumah apung (dilengkapi warung dan kolam renang) kini memfasilitasi wisatawan untuk snorkeling dan diving.
- Kelompok Pokmaswas Rembeng Raya berhasil memulihkan ekosistem bawah laut; terumbu karang tumbuh pesat 6–7 cm/tahun (dua kali lipat rata-rata normal) sehingga mengembalikan keanekaragaman hayati laut.
TRENGGALEK MAKNAJATIM —
Keindahan bahari Kabupaten Trenggalek kini punya daya pikat baru yang makin lengkap.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, secara resmi membuka gelaran Mutiara Under Water Festival and Conservation (MUF ON) ke-4 tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Mutiara Dive Center di Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Selasa (28/7/2026).
Acara tahunan ini menjadi tonggak penting keberhasilan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat.
Lewat tangan dingin Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya, upaya menjaga ekosistem bawah laut yang dimulai sejak 2023 kini tak hanya menyelamatkan alam, tetapi juga memutar roda perekonomian warga lokal.
Ada fakta menarik dibalik suburnya alam bawah laut Pantai Mutiara. Jika di tempat lain terumbu karang rata-rata hanya tumbuh sekitar 3 cm per tahun, di perairan Pantai Mutiara pertumbuhannya melesat hingga 6 sampai 7 cm per tahun.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas perairan di kawasan ini masih sangat alami dan terjaga.
Suburnya terumbu karang memicu kembalinya mata rantai kehidupan laut.
Plankton berkembang biak dengan pesat, ikan-ikan kecil menjadikan karang sebagai rumah, hingga akhirnya menarik kedatangan ikan-ikan besar dan keberadaan spesies endemik yang sempat menghilang.
Dalam sambutannya, Wabup Syah (Mas Syah) menyampaikan apresiasinya atas proses recovery ekosistem laut yang berjalan amat baik.
”Tadi dilaporkan proses recovery di Pantai Mutiara ini berlangsung dengan baik.
Mohon dukungannya, terutama untuk masyarakat Watulimo dan para pengunjung, mari kita jaga bersama Pantai Mutiara ini,” ujar Mas Syah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir, tak hanya melalui bantuan materi tetapi juga pelatihan keterampilan.
Hadirnya Mutiara Dive Center membuat ekosistem pariwisata Pantai Mutiara kian paripurna.
Wisatawan kini tidak hanya bisa menikmati indahnya hamparan pasir dan pemandangan darat, tetapi juga dapat mengeksplorasi panorama bawah laut melalui aktivitas snorkeling dan diving.
Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menjelaskan bahwa Mutiara Dive Center dipusatkan di sebuah rumah apung yang dilengkapi fasilitas pendukung seru.
”Wisatawan yang ingin snorkeling atau diving nantinya bisa singgah di rumah apung. Di sana juga kami sediakan warung apung dan kolam renang,” ungkap Kacuk.
Sebagai bagian dari aksi nyata konservasi pada festival kali ini, pengelola menanam 10 Bioreeftek dan 3 Eco Fish House baru di dasar laut, dengan target penambahan secara bertahap.
Langkah konservasi ini dirancang membawa manfaat ganda, ekologi dan ekonomi.
Dengan zonasi konservasi yang tertata, nelayan tradisional tetap dapat memanfaatkan area luar observasi untuk memancing ikan yang kian melimpah.
Di sisi lain, sektor pariwisata bahari melalui diving dan snorkeling menjadi kran pendapatan baru bagi warga sekitar.
Kacuk pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, pemerintah, dan komunitas penggiat lingkungan yang konsisten mendukung agenda MUF ON dari tahun ke tahun.
Lewat sinergi kuat antara pemerintah, komunitas lokal, dan wisatawan, Pantai Mutiara berhasil membuktikan bahwa menjaga alam bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang yang membawa kesejahteraan bersama.
Editor: Tatang Dahono


















