banner 728x250

Haul ke-18 Mbah Wo Kucing Menjaga Nyala Api Reog di Bumi Ponorogo

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / ​Menjaga api perjuangan sang warok Haul ke-18 Mbah Wo Kucing jadi momentum rawat Reog Ponorogo

Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • Penyelenggaraan Haul ke-18 Eyang Kasni Gunopati (Mbah Wo Kucing), seorang sosok warok dan pejuang Reog Ponorogo yang wafat pada tahun 2008.
  • Minggu, 5 Juli 2026 di kawasan Kulon Kali, Ponorogo,​ Diisi dengan Kirab Budaya dan Pagelaran Reog, yang meliputi doa bersama, parade budaya, refleksi, serta pertunjukan seni oleh generasi penerus.
  • ​Menjadi momentum untuk berkomitmen melestarikan (nguri-uri) kesenian Reog Ponorogo serta menyerap nilai-nilai perjuangan almarhum.
  • Dihadiri oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, yang mengapresiasi konsistensi para seniman dan mengajak generasi muda meniru keteguhan Mbah Wo Kucing dalam menjaga kebudayaan daerah.

PONOROGO MAKNAJATIM – Geliat pelestarian budaya tak pernah padam di bumi reog. Masyarakat Kulon Kali kembali membuktikan kesetiaannya terhadap warisan leluhur dengan menggelar Haul ke-18 Eyang Kasni Gunopati—atau yang lebih karib dikenal sebagai Mbah Wo Kucing—pada Minggu (5/7/2026).

​Acara tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen nguri-uri kesenian Reog Ponorogo.

Mbah Wo Kucing dikenang sebagai sosok warok sekaligus pejuang tulen yang mengabdikan seluruh hidupnya demi tegaknya kesenian adiluhung ini.

Meski telah berpulang pada tahun 2008 silam, harum nama dan spirit perjuangannya tetap hidup di hati para seniman.

​Kirab Budaya hingga Pagelaran Reog
​Peringatan haul tahun ini berlangsung khidmat sekaligus semarak, memadukan ikatan spiritual dengan pesta budaya rakyat.

Rangkaian acara yang dihadiri oleh ratusan pegiat seni dan masyarakat lokal ini meliputi:

Prosesi doa bersama sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan.

​Parade yang memancarkan aura magis dan kebersamaan masyarakat Kulon Kali.

​ Momentum refleksi untuk mendoakan almarhum dan menyerap kembali nilai perjuangannya.

​ Unjuk dedikasi para generasi penerus yang menghidupkan kembali gerak dan irama khas sang maestro.

​Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menambah kekhidmatan acara.

Mengikuti seluruh rangkaian dari awal hingga akhir, Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi keluarga dan para seniman dalam menjaga api perjuangan Eyang Kasni.

​Menurutnya, esensi dari haul ini adalah bagaimana generasi muda mampu mengadopsi keteguhan sikap almarhum dalam mencintai kebudayaan daerah di tengah gempuran zaman.

​“Selama hidupnya, Eyang Kasni sangat luar biasa dalam nguri-uri budaya.

Semoga kita dapat selalu meneruskan nilai-nilai perjuangan beliau, terutama dalam menjaga Reog Ponorogo,” ujar Bunda Lisdyarita dengan penuh semangat.

​Bunda Lisdyarita juga menekankan bahwa warisan yang ditinggalkan Mbah Wo Kucing tidak hanya berupa fisik kesenian, melainkan karakter, nilai spiritual, dan komitmen total terhadap identitas Ponorogo yang harus terus mengalir di darah generasi penerus.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *