banner 728x250

Babak Belur di 2025 Wisata Trenggalek Tunjukkan Taji!

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Toni Widianto Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, dievaluasi DPRD karena realisasi PAD pariwisata tahun 2025 hanya mencapai 70,25% (\text{Rp6,5 miliar} dari target \text{Rp9,323 miliar}). Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem (hujan sepanjang tahun) yang memicu anjloknya kunjungan ke wisata alam.
  • ​Pada Semester I 2026, PAD pariwisata naik \text{Rp1 miliar} dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai 37,89% dari target baru sebesar \text{Rp10,3 miliar}.
  • ​Untuk mendongkrak kunjungan, Disparbud menerapkan strategi small but continuous melalui gerilya digital ASN, ekspansi pasar regional, kolaborasi paket wisata, serta pendataan wisatawan asing,
    Trenggalek juga bersiap tampil di World Alien Festival di Korea Selatan pada September–Oktober 2026.
  • ​ Rampungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) meningkatkan kunjungan wisatawan secara masif, terutama di wilayah Panggul (Pantai Pelang dan Kili-Kili kini mengungguli Pantai Prigi). Namun, potensi wisata di Kecamatan Munjungan masih terkendala masalah akses jalan yang menantang.

TRENGGALEK MAKNAJATIM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Toni Widianto, angkat bicara usai menerima evaluasi tajam dari Komisi II DPRD Trenggalek terkait penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata.

​Toni mengakui bahwa tahun 2025 menjadi salah satu periode terberat bagi dinas yang dipimpinnya.

Capaian pendapatan pariwisata Trenggalek tahun lalu mandek di angka 70,25 persen, di mana dari target yang dibebankan sebesar Rp9,323 miliar, hanya mampu terealisasi sebesar Rp6,5 miliar.

​Menanggapi “cecaran” dari legislatif, Toni menegaskan bahwa realisasi tersebut merupakan imbas dari faktor alam yang tidak menentu.

Mayoritas destinasi wisata unggulan di Trenggalek berbasis alam (nature tourism), sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

​”Ini bukan memaksakan alibi, tetapi hampir sepanjang tahun 2025 terus-menerus hujan.

Bahkan, tidak ada laporan kekeringan yang masuk ke BPBD sepanjang tahun lalu.Ketika cuaca ekstrem, kunjungan ke wisata alam otomatis anjlok.

Ini menjadi bahan evaluasi berat bagi kami,” ungkap Toni saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

​Meski babak belur di tahun 2025, Disparbud Trenggalek menunjukkan taji pada paruh pertama tahun 2026.

Toni membeberkan bukti data bahwa hingga 30 Juni 2026, capaian PAD pariwisata telah menyentuh angka 37,8 persen.

​Jika dibandingkan dengan Semester I tahun 2025, terjadi peningkatan riil mengesankan hingga Rp1 miliar.

Tren positif ini diyakini mampu terus memacu angka kunjungan wisatawan ke Bumi Menak Sopal hingga akhir tahun.

​Untuk tahun 2026 ini, Disparbud dibebankan target PAD yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp10,3 miliar. Hingga awal Juli, realisasinya telah mencapai 37,89 persen.

​Guna menyiasati keterbatasan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) yang belum memadai, Disparbud menindaklanjuti saran Komisi II untuk melahirkan inovasi pemasaran yang tak biasa.

Toni mengubah total strategi pemasaran dengan menggalakkan gerakan small but continuous (kecil namun kontinyu).

​Berikut adalah beberapa langkah taktis Disparbud Trenggalek untuk mendongkrak kunjungan:

​Gerilya digital ASN, melibatkan seluruh ASN di lingkup Disparbud untuk melakukan pemasaran digital ala door-to-door di media sosial, menyasar akun-akun dengan followers besar.

​Ekspansi pasar regional membuka komunikasi intensif dengan operator dan biro wisata dari luar daerah, seperti Kabupaten Nganjuk dan Mojokerto, agar mengarahkan rute wisatanya ke Trenggalek.

​Kolaborasi paket wisata, memaksimalkan event-event tingkat Jawa Timur hingga level nasional yang dikolaborasikan langsung dengan penjualan paket wisata terintegrasi.

​Pendataan wisatawan asing, Disparbud berkomitmen menghitung lebih detail kunjungan Wisatawan Mancanegara (WNA) yang selama ini posisinya masih bersifat mampir di destinasi atau hotel dan belum terevaluasi matang.

​Tak tanggung-tanggung, Trenggalek juga bersiap melompat ke panggung dunia. Pada bulan September–Oktober 2026 mendatang, Trenggalek mendapat kesempatan emas untuk tampil di World Alien Festival di Korea Selatan.

​”Mudah-mudahan momentum internasional ini bisa mengangkat sektor budaya, destinasi wisata, sekaligus ekonomi kreatif (ekraf) Trenggalek di mata dunia,” harap Toni.

​Menatap sisa tahun 2026, Toni mengaku sangat optimis, terutama dengan rampungnya proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Pacitan–Trenggalek.

Infrastruktur ini diyakini akan menjadi urat nadi baru yang mendongkrak kunjungan wisata, khususnya di kawasan Watulimo.

​Interkoneksi JLS saat ini juga mulai mengubah peta konstelasi wisata di Trenggalek. Toni mencatat ada pergerakan masif di wilayah Kecamatan Panggul.

​”Kunjungan di Panggul saat ini sudah lumayan. Bahkan, Pantai Pelang dan Pantai Kili-Kili kini performanya sudah mengungguli Pantai Prigi,” sebutnya.

​Kendati demikian, tantangan besar masih tersisa di Kecamatan Munjungan.

Toni menyayangkan potensi luar biasa dan keunikan yang dimiliki Munjungan belum bisa dimaksimalkan karena terkendala aksesibilitas. “Munjungan belum terhubung dengan baik.

Potensinya banyak yang unik, tapi sayangnya jalannya saat ini masih cukup menantang,” pungkasnya.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *