banner 728x250

Wabup Trenggalek: Setop Curhat Masalah Pribadi di Medsos!

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Wabup Syah Natanegara dalam peringatan Hari Anak Sedunia

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan media sosial tempat curhat masalah pribadi, karena rawan dimanfaatkan oleh predator anak atau pelaku kejahatan siber yang berpura-pura empati.
  • ​ Orang tua diminta meluangkan waktu berkualitas minimal 30 menit sehari tanpa gawai untuk berinteraksi dengan anak, agar hubungan keluarga tidak renggang akibat gadget.
  • ​ Dalam peringatan Hari Anak Sedunia tersebut, Pemkab Trenggalek meresmikan tempat bermain inklusif yang ramah anak dan disabilitas sebagai percontohan (prototype) untuk wilayah lain.

TRENGGALEK MAKNAJATIM  – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, memberikan peringatan keras kepada generasi muda agar lebih bijak dalam membagikan masalah pribadi.

Pesan penting ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Anak Sedunia yang mengusung tema edukasi pencegahan kekerasan anak di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (8/7).

​Dalam forum anak tersebut, pria yang akrab disapa Mas Syah ini menyoroti fenomena anak-anak yang kerap menjadikan media sosial sebagai ruang curhat utama.

Menurutnya, kebiasaan ini sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

​”Tanpa disadari, banyak orang yang tidak bertanggung jawab bisa mengintai mereka melalui curhatan-curhatan itu,” ungkap Mas Syah.

​Mantan anggota DPRD Trenggalek ini menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber atau predator anak sering kali masuk dengan kedok memberikan empati atau pujian palsu.

Mereka memanfaatkan kerapuhan emosional anak yang sedang menghadapi masalah untuk mengambil keuntungan.

​Untuk mencegah hal tersebut, Mas Syah memberikan formula sederhana namun mendalam bagi anak-anak:

​”Kadang anak lupa dengan kebaikan orang tua yang tulus ikhlas mengasuh dan merawat dari kecil hingga sekarang.

Karena perselisihan sepele, kita melupakan kebaikan mereka dan justru menyanjung kebaikan orang lain yang baru sekali kita rasakan.

Padahal, ketulusan orang tua tidak terhitung jumlahnya,” tegasnya.

​Tidak hanya berbicara kepada anak-anak, Wakil Bupati muda ini juga memberikan pesan menohok bagi para orang tua.

Ia menyoroti fenomena renggangnya hubungan keluarga akibat kecanduan gawai.

​Banyak hubungan orang tua dan anak hari ini yang “dipisahkan” oleh layar ponsel.

​ Mas Syah mengajak orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas minimal 30 menit sehari khusus untuk berinteraksi dengan anak.

Urusan mendidik dan mendampingi anak tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada gadget.

​Sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam melindungi dan memenuhi hak anak, Mas Syah juga meresmikan sebuah tempat bermain anak yang terbuka, ramah anak, serta ramah bagi penyandang disabilitas.

​Fasilitas baru ini diharapkan dapat menjadi prototype (percontohan) yang nantinya bisa diimplementasikan di berbagai wilayah lain di Kabupaten Trenggalek.

​Di akhir sambutannya, Mas Syah menaruh harapan besar bagi masa depan daerahnya.

Ia ingin anak-anak Trenggalek tumbuh menjadi generasi yang bahagia, berprestasi, dan bangga akan tanah kelahirannya.

​”Harapannya mereka bisa membawa nama baik Kabupaten Trenggalek, karena merekalah nanti yang akan meneruskan kepemimpinan pembangunan di sini,” pungkasnya.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *