banner 728x250

Asosiasi MBG Trenggalek Lahir Siap Benahi Dapur dan Jamin Mutu Gizi

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Ketua Asosiasi MBG Trenggalek ( AMT) Imam Waldi saat wawancara dengan awak media

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Asosiasi MBG Trenggalek (AMT) resmi dibentuk untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul adanya insiden suspend pada salah satu dapur mitra.
  • ​ berkomitmen untuk mendampingi dapur mitra agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
    ​Mengadakan evaluasi menu bulanan dan kunjungan trauma healing berkala ke sekolah.
  • ​Membatasi kapasitas maksimal dapur menjadi 2.400 penerima manfaat guna kelancaran distribusi.

TRENGGALEK MAKNAJATIM — Menjawab berbagai dinamika di lapangan serta memastikan keberlanjutan program nasional yang berdampak langsung pada anak-anak, para pengelola dapur resmi membentuk Asosiasi MBG Trenggalek (AMT), Jum’at (18/9/2026).

Kehadiran wadah ini diharapkan menjadi motor penggerak agar tata kelola dapur semakin profesional, transparan, dan terhindar dari berbagai polemik negatif di tengah masyarakat.

​Ketua AMT Trenggalek Imam Waldi menyampaikan bahwa fokus utama asosiasi ke depan adalah melakukan pendampingan langsung ke setiap dapur mitra.

Langkah ini diambil agar standar operasional benar-benar selaras dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya dalam aspek higienitas dan keamanan pangan guna mencegah risiko keracunan.

​Langkah Strategis dan Evaluasi Berkala AMT
​Sebagai bentuk tanggung jawab moril menyusul insiden penangguhan (suspend) pada salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak asosiasi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat dan para penerima manfaat.

​Pendampingan Lapangan: Pengurus AMT rutin turun langsung ke dapur-dapur untuk berbagi pengalaman, memetakan kendala, serta menyamakan standar operasional sesuai juknis BGN.

​Evaluasi Menu Bulanan: Mitra dapur akan dikumpulkan tiap bulan secara berkala untuk mengevaluasi variasi dan kualitas menu agar terus berbenah memenuhi standar gizi.

​Pemulihan Trauma (Trauma Healing): AMT memprogramkan kunjungan berkala ke sekolah-sekolah setiap akhir satu periode penyaluran (10 hari efektif atau 2 minggu) guna mendengar masukan secara langsung dari siswa dan orang tua.

​Penyesuaian Kapasitas Dapur: Merespons evaluasi jarak distribusi awal sejauh 6 kilometer yang dinilai terlalu berisiko, kini kapasitas per dapur dibatasi maksimal 2.400 penerima manfaat guna menjaga kualitas dan kecepatan distribusi makanan.

​Capaian dan Komitmen ke Depan
​Hingga saat ini, tercatat sudah ada 180.000 penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek yang terlayani melalui 72 dapur yang sudah beroperasi (On Process/OPS), ditambah beberapa dapur baru yang bersiap menyusul

​Melalui langkah pembenahan sistemik ini, AMT optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek tidak hanya sekadar berjalan lancar, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya secara positif, transparan, dan jauh dari hujatan publik.

​”Intinya kami terus berbenah. Harapan besar kami, ke depan layanan dapur MBG di Trenggalek semakin baik, higienis, dan sepenuhnya diterima serta dibanggakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Tatang. D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *