Foto: Boby / Ketua Asosiasi MBG Trenggalek ( AMT) Imam Waldi saat wawancara dengan awak media
Ringkasan Berita:
- Asosiasi MBG Trenggalek (AMT) resmi dibentuk untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul adanya insiden suspend pada salah satu dapur mitra.
- berkomitmen untuk mendampingi dapur mitra agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Mengadakan evaluasi menu bulanan dan kunjungan trauma healing berkala ke sekolah. - Membatasi kapasitas maksimal dapur menjadi 2.400 penerima manfaat guna kelancaran distribusi.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Menjawab berbagai dinamika di lapangan serta memastikan keberlanjutan program nasional yang berdampak langsung pada anak-anak, para pengelola dapur resmi membentuk Asosiasi MBG Trenggalek (AMT), Jum’at (18/9/2026).
Kehadiran wadah ini diharapkan menjadi motor penggerak agar tata kelola dapur semakin profesional, transparan, dan terhindar dari berbagai polemik negatif di tengah masyarakat.
Ketua AMT Trenggalek Imam Waldi menyampaikan bahwa fokus utama asosiasi ke depan adalah melakukan pendampingan langsung ke setiap dapur mitra.
Langkah ini diambil agar standar operasional benar-benar selaras dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya dalam aspek higienitas dan keamanan pangan guna mencegah risiko keracunan.
Langkah Strategis dan Evaluasi Berkala AMT
Sebagai bentuk tanggung jawab moril menyusul insiden penangguhan (suspend) pada salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak asosiasi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat dan para penerima manfaat.
Pendampingan Lapangan: Pengurus AMT rutin turun langsung ke dapur-dapur untuk berbagi pengalaman, memetakan kendala, serta menyamakan standar operasional sesuai juknis BGN.
Evaluasi Menu Bulanan: Mitra dapur akan dikumpulkan tiap bulan secara berkala untuk mengevaluasi variasi dan kualitas menu agar terus berbenah memenuhi standar gizi.
Pemulihan Trauma (Trauma Healing): AMT memprogramkan kunjungan berkala ke sekolah-sekolah setiap akhir satu periode penyaluran (10 hari efektif atau 2 minggu) guna mendengar masukan secara langsung dari siswa dan orang tua.
Penyesuaian Kapasitas Dapur: Merespons evaluasi jarak distribusi awal sejauh 6 kilometer yang dinilai terlalu berisiko, kini kapasitas per dapur dibatasi maksimal 2.400 penerima manfaat guna menjaga kualitas dan kecepatan distribusi makanan.
Capaian dan Komitmen ke Depan
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 180.000 penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek yang terlayani melalui 72 dapur yang sudah beroperasi (On Process/OPS), ditambah beberapa dapur baru yang bersiap menyusul
Melalui langkah pembenahan sistemik ini, AMT optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek tidak hanya sekadar berjalan lancar, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya secara positif, transparan, dan jauh dari hujatan publik.
”Intinya kami terus berbenah. Harapan besar kami, ke depan layanan dapur MBG di Trenggalek semakin baik, higienis, dan sepenuhnya diterima serta dibanggakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Tatang. D


















