banner 728x250

Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Tandon di Ponorogo

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Warga Terdampak Kekeringan di Ponorogo

Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendistribusikan bantuan 3 tangki air bersih, 200 jeriken, dan 50 tandon air kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Bungus, Desa Karangpatihan, Pulung, Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).

PONOROGO MAKNAJATIM — Warga Dusun Bungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang terdampak kekeringan kini dapat bernapas lega.

Bantuan air bersih sebanyak tiga tangki dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur hadir untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat di tengah krisis air akibat musim kemarau.

​Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo Lisdyarita pada Sabtu (19/9/2026).

​Selain menyuplai air bersih, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 200 jeriken dan 50 tandon air.

Fasilitas ini diberikan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan air warga selama masa kekeringan berlangsung.

​Khofifah menjelaskan bahwa Kabupaten Ponorogo merupakan satu dari 24 daerah di Jawa Timur yang teridentifikasi mengalami kekeringan ekstrem di beberapa wilayahnya.

Selama dua bulan terakhir, keterbatasan sumber air memaksa warga bergantung pada pasokan bantuan eksternal.

​“Dalam pemetaan BPBD Ponorogo, Desa Karangpatihan menjadi salah satu wilayah terdampak.

Di Jawa Timur, terdapat 24 kabupaten yang di titik-titik tertentu berada pada posisi kering ekstrem,” ujar Khofifah.

​Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pihak terkait telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi terpadu untuk mengatasi krisis air harian maupun jangka panjang, antara lain:

​ Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di area terdampak.

​Pemetaan lokasi mata air terdekat dan program pengeboran sumur artesis.

Pembangunan jaringan pipa untuk menghubungkan sumber air ke pemukiman warga.

​“Jika terkonfirmasi ada sumber air terdekat, kita bisa bergotong royong membangun konektivitas pipanisasi.

Di beberapa daerah lain kami sudah menerapkan ini. Ada titik yang pada kedalaman 90 meter sudah keluar air, namun ada pula yang di kedalaman 200 meter masih menemui batuan keras.

Setiap wilayah memiliki tingkat kesulitan geologis yang berbeda,” papar Khofifah.

​Di samping solusi teknis dan fisik, Khofifah mengimbau masyarakat untuk melengkapi upaya dengan pendekatan spiritual.

Melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, ia menyerukan pelaksanaan Salat Istisqa secara serentak.

​“Saya mengimbau DMI Jawa Timur agar selepas salat Jumat dapat menggelar Salat Istisqa secara berjamaah, memohon diturunkannya hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi wilayah yang membutuhkan,” pungkasnya.

​Kolaborasi Lintas Sektor
​Penyaluran air bersih di Dusun Bungus kali ini memperkuat intervensi yang telah berjalan sebelumnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sedikitnya lima tangki air bersih telah didistribusikan ke wilayah tersebut melalui sinergi berbagai pihak, termasuk BBWS Bengawan Solo, Polsek setempat, organisasi relawan, dan komunitas masyarakat.

​BPBD Ponorogo terus memantau dinamika kondisi iklim di lapangan serta mendistribusikan pasokan air secara berkala.

Posko koordinasi tetap dibuka bagi seluruh pihak yang ingin berpartisipasi dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *