Foto: Prokopim / Memikat Dunia Pesona Mistis dan Kemeriahan Larungan 1 Suro di Telaga Ngebel Ponorogo
Ringkasan Berita:
- Penyelenggaraan ritual tahunan Larungan 1 Suro yang megah dengan menghadirkan 3 buceng agung (dilarung ke tengah telaga) dan 19 buceng porak (diperebutkan warga)
Sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah - Ritual pembersihan diri dari keburukan, serta doa untuk kemakmuran Ponorogo yang dipimpin oleh Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita.
- Berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara karena memadukan keindahan alam dengan kesakralan budaya Jawa.
PONOROGO MAKNAJATIM – Ada alasan kuat mengapa Telaga Ngebel selalu sukses mencuri hati para pelancong.
Keindahannya tidak sekadar jajaran perbukitan hijau yang memantul di permukaan air yang tenang, melainkan pada denyut tradisi budaya yang hidup dan dirawat dengan penuh cinta oleh masyarakatnya.
Suasana magis sekaligus meriah itu kembali memuncak pada Selasa (16/6/2026), saat kawasan wisata andalan Ponorogo ini menggelar ritual tahunan Larungan 1 Suro.
Sebuah mahakarya budaya yang berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Tahun ini, perayaan tampil begitu megah dengan menghadirkan 3 buceng agung dan 19 buceng porak.
Gunungan raksasa ini disusun artistik dari aneka hasil bumi melimpah dan komoditas perikanan segar khas Ngebel—sebuah simbol visual yang kuat atas rasa syukur warga terhadap kesuburan tanah mereka.
Keriuhan mulai pecah saat seluruh buceng dipikul beriringan menuju pusat upacara adat. Suasana semakin sakral ketika Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, secara simbolis melepas kirab buceng untuk mengelilingi tepian Telaga Ngebel.
Usai diarak mengelilingi telaga, 3 buceng agung dibawa menggunakan perahu ke tengah perairan untuk dilarung. Sementara itu, di daratan, ribuan warga dan wisatawan langsung saling berebut 19 buceng porak.
Konon, siapa pun yang mendapatkan hasil bumi ini diyakini akan ketularan berkah dan harapan baik di tahun yang baru.
Bagi wisatawan, menyaksikan Larungan 1 Suro bukan sekadar melihat ritual, melainkan merasakan langsung spiritualitas masyarakat Jawa.
Bunda Lisdyarita menjelaskan bahwa tradisi ini kaya akan filosofi kehidupan.
Ungkapan syukur berterima kasih atas berkah alam yang menjadi sumber rezeki.
Simbolisme pembersihan diri melarung” atau membuang segala keburukan masa lalu untuk menyambut lembaran baru.
Doa bersama harapan kolektif demi kemajuan dan kemakmuran Ponorogo ke depan.
Jika Anda melewatkan momen tahun ini, pastikan Telaga Ngebel masuk dalam bucket list liburan Anda berikutnya. Datanglah untuk menikmati:
Geliat budaya menyaksikan langsung harmoni antara manusia, alam, dan leluhur.
Kelezatan kuliner menikmati ikan bakar segar khas Telaga Ngebel usai menonton prosesi.
Fotografi berburu momen magis saat kabut tipis turun menyelimuti telaga di pagi hari.
Editor: Tatang Dahono
















