banner 728x250

Lolos Seleksi Ketat 76 Anak Ponorogo Siap Angkat Derajat Keluarga

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Memutus rantai kemiskinan, 76 siswa Ponorogo lolos seleksi ketat Sekolah Rakyat 2026/2027

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • ​Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 76 siswa yang lolos seleksi ketat untuk menjadi peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 pada Kamis (9/7/2026).
    ​ Terdiri 16 siswa SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.
  • Proses penyaringan melibatkan Kementerian Sosial, Pemkab Ponorogo, dan BPS untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
  • ​ Sekolah ini bebas biaya (gratis) namun menjamin kualitas mutu yang bersaing dengan sekolah unggulan.
    ​Mencetak generasi berprestasi untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan derajat keluarga.

PONOROGO  MAKNAJATIM – Sebanyak 76 anak di Kabupaten Ponorogo resmi terpilih menjadi peserta didik Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Proses seleksi yang berlangsung super ketat dan berlapis ini akhirnya rampung, menyaring generasi muda berbakat yang siap mengubah masa depan mereka.

​Untuk memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran, proses penyaringan dilakukan secara kolaboratif melibatkan tiga instansi sekaligus: Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari hasil seleksi berbasis data akurat tersebut, ditetapkanlah 76 siswa yang lolos, dengan rincian:

​16 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD)

​30 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)

​30 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

​Surat Keputusan (SK) penetapan peserta didik diserahkan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, pada Kamis (9/7/2026) di gedung Sekolah Rakyat Ponorogo.

Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para siswa dan orang tua menerima langsung SK tersebut.

​Dalam orientasinya, Bunda Lisdyarita menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar fasilitas pendidikan alternatif, melainkan wadah pencetak generasi berprestasi dengan mutu yang bersaing tinggi.

​“Di sini semua gratis bapak/ibu, namun kualitasnya saya jamin tidak kalah dengan sekolah unggulan di Ponorogo,” tegas Bunda Lisdyarita di hadapan para wali murid.

​Lebih lanjut, Bunda Lisdyarita mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Menurutnya, pendidikan adalah instrumen paling ampuh dan jalan paling terbuka untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mengangkat derajat kehormatan keluarga.

​Beliau juga menitipkan pesan menyentuh kepada para orang tua agar ikhlas dan terus memberikan dukungan moral yang kuat selama anak-anak mereka menempuh studi.

​“Ketika anak-anak berhasil, orang tua akan bangga karena mereka mampu mengangkat derajat keluarga.

Tolong terus kuatkan dan motivasi mereka agar tetap semangat belajar,” pungkasnya.

​Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat Ponorogo diharapkan mampu melahirkan tunas-tunas bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap membawa perubahan ekonomi yang lebih baik bagi keluarga mereka di masa depan.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *