banner 728x250

290 Sineas Serbu Pacitan Teror Horor Dimulai!

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Pacitan di sulap jari panggung Sineas horor  nasional

Ringkasan  Berita:

banner 325x300

Kabupaten Pacitan resmi disulap menjadi pusat perfilman horor nasional lewat ajang Festival Film Horor (FFH) 2026 yang dibuka Bupati Indrata Nur Bayuaji di Pantai Pancer Dor, Rabu (14/10).

​Dihadiri tokoh perfilman seperti Garin Nugroho dan Dennis Adhiswara, ajang bertema “Indigo” ini dibanjiri 290 karya dari 42 kota.

​PACITAN  MAKNAJATIM — Kabupaten Pacitan kembali bergetar oleh aura mistis dan kreativitas perfilman tanah air.

Ajang bergengsi Festival Film Horor (FFH) 2026 resmi digelar mulai 14 hingga 17 Oktober 2026, menjadikan kota 1001 gua ini sebagai pusat berkumpulnya para pencinta film horor dari seluruh penjuru Indonesia.

​Mengusung tema “Indigo”—yang mengajak penonton untuk melihat yang terlihat, membaca yang terlupakan, dan membangun yang akan datang—perhelatan edisi kedua ini sukses mencuri perhatian nasional.

​Opening ceremony yang dihelat di Pantai Pancer Dor pada Rabu (14/10) berlangsung meriah dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

​Kemeriahan pembukaan ini turut dihadiri oleh deretan tokoh perfilman papan atas Indonesia.

Hadir pula sutradara kondang sekaligus pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Garin Nugroho, aktor, penulis, sekaligus sutradara Dennis Adhiswara, serta perwakilan dari Jogja Film Academy (JFA).

​”Kita berharap FFH 2026 ini bisa lebih baik lagi, memberikan ruang kreativitas lebih untuk para sineas, baik sineas lokal Pacitan maupun dari luar daerah,” ungkap Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

​Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi karya sinematik, bupati berharap festival ini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan.

​Antusiasme sineas tanah air terhadap FFH 2026 terbukti sangat luar biasa.

Ketua Panitia Penyelenggara, Idam Nugrahadi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima total 290 karya film dari 42 kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Dari ratusan karya tersebut, sebanyak 75 film telah lolos kurasi ketat dan masuk ke dalam daftar nominasi.

​Bagi masyarakat dan penikmat film yang ingin menyaksikan karya-karya terbaik ini, panitia telah menyiapkan 5 lokasi pemutaran (screening) yang unik dan sarat nuansa lokal:

  • ​Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Darma
  • ​Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya
  • ​Bioskop Rakyat Gunung Karst di Tobong Alun-alun
  • ​Bioskop Rakyat Gua Karst di Pasar Sawo
  • ​Layar Tancap di Lapangan Bola Voli Alun-alun Pacitan.

​
Editor:Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *