banner 728x250

Naik Kelas! Sentra Kuliner Legendaris Ponorogo Resmi Kantongi Sertifikat Halal

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Sentra kuliner legendaris di Bumi Reog resmi “naik kelas menjadi kawasan wisata kuliner berstandar halal.

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

Sentra kuliner legendaris sate dan dawet Jabung di Ponorogo resmi “naik kelas” menjadi kawasan wisata kuliner berstandar halal setelah menerima sertifikat halal dari BPJPH Jatim dan Kemenag Ponorogo pada Senin (24/8).

PONOROGO MAKNAJATIM — Menikmati kelezatan sate dan kesegaran dawet Jabung di Ponorogo kini menghadirkan sensasi yang jauh lebih istimewa.

Sentra kuliner legendaris di Bumi Reog resmi “naik kelas” setelah bertransformasi menjadi kawasan wisata kuliner berstandar halal.

​Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penyerahan sertifikat halal secara resmi oleh BPJPH Jawa Timur bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

Seremoni penyerahan berlangsung khidmat di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo pada Senin (24/8).

​Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menyambut hangat capaian gemilang ini. Menurutnya, gelombang sertifikasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini membawa multiplier effect yang signifikan, baik dari sisi keamanan konsumen maupun ekspansi bisnis pelaku usaha.

​”Alhamdulillah, semakin banyak pelaku UMKM di Ponorogo yang telah mendapatkan sertifikasi halal.

Ini tentu menjadi kabar baik, baik bagi pelaku usaha maupun bagi masyarakat sebagai konsumen,” ujar Bunda Lisdyarita penuh syukur.

​Bagi para penikmat kuliner, label halal memberikan jaminan kepastian dan rasa aman yang mutlak.

Sementara bagi para pelaku usaha di Kampung Sate—yang tersebar di Kelurahan Nologaten, Purbosuman, dan Setono—serta Kampung Dawet di Desa Jabung, sertifikat ini menjadi tiket emas untuk menembus pasar nasional yang lebih luas.

​”Harapannya, produk-produk UMKM kita yang sudah memiliki jaminan halal akan semakin mudah diterima masyarakat dan dapat dipasarkan lebih luas ke seluruh Indonesia,” tambahnya.

​Tidak berhenti pada aspek legalitas, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mematok visi yang lebih ambisius.

Keempat kampung kuliner andalan ini diproyeksikan untuk bertransformasi total menjadi destinasi wisata gastronomi terpadu.

​Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang sekadar memanjakan lidah, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata budaya dan kuliner yang utuh, otentik, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *