Foto: / Prokopim / Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin langsung evaluasi kinerja seluruh BUMD secara tatap muka.
Ringkasan Berita:
- PDAM Tirta Wisanggeni, Efisiensi biaya listrik pompa air dengan beralih ke solar panel serta optimalisasi bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
- BPR Jwalita, Menuntaskan sisa target peserta Arisan Sinar (sisa ~200 kuota) dan memperluas Kredit Gangsar untuk memberantas rentenir.
- PT JET, Mengoptimalkan program Sangu Sampah dan memberi apresiasi bagi sekolah berprestasi.
- Strategi Pemasaran,mendorong BUMD bertransformasi gila-gilaan dengan menggandeng konten kreator lokal.
- Memastikan BUMD mencapai/melampaui target akhir tahun demi menyeimbangkan profitabilitas dan peningkatan pelayanan publik.
TRENGGALEK MAKANJATIM – Tidak ada tempat untuk sekadar duduk manis bagi jajaran Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Trenggalek.
Bertempat di Gedung Smart Center, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin langsung evaluasi kinerja seluruh BUMD secara tatap muka.
Dengan gaya kepemimpinannya yang lugas, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum APKASI ini mengejar langsung realisasi target yang sebelumnya dipatok sendiri oleh para direktur.
Tak pelak, hujan kritik, koreksi tajam, hingga strategi efisiensi membanjiri ruang rapat.
Salah satu sorotan tajam tertuju pada PDAM Tirta Wisanggeni. Tingginya beban operasional listrik untuk mesin pompa air mendapat koreksi langsung dari Bupati. Mas Ipin—sapaan akrabnya—mendorong PDAM berani beralih ke solar panel (pembangkit listrik tenaga surya) lewat skema cicilan demi memangkas ongkos energi yang membengkak.
Tak hanya teknis operasional, cara BUMD dalam bertransformasi dan memasarkan produk pun dikuliti. Bupati meminta BUMD tak lagi ‘kaku’ dan mulai aktif menggandeng konten kreator lokal.
Sasarannya jelas, seperti produk unggulan BPR Jwalita Perseroda melalui program Arisan Sinar. Hanya dengan investasi Rp1 juta, nasabah berkesempatan memboyong motor hingga mobil yang diundi tiap 10 bulan sekali—tanpa risiko uang hangus. Dari target 4.000 peserta, program yang mampu memberangus rantai rentenir pasar lewat Kredit Gangsar ini sudah diserbu lebih dari 3.800 peserta.
Ditemui usai forum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Trenggalek, Cusi Kurniawati, membenarkan bahwa Bupati tidak lagi memberi ruang untuk laporan pemanis di atas kertas.
”Bupati mengharapkan forum evaluasi 4 BUMD ini rutin digelar setiap triwulan. Semua direktur wajib memaparkan capaian realis dibandingkan target.
Evaluasi ini mencari celah kekurangan dan mengejar mana yang ketinggalan,” tegas Cusi, Selasa (21/7/2026).
Cusi menambahkan, setiap highlight dan catatan merah dari Bupati wajib hukumnya untuk ditindaklanjuti dan bakal langsung dicek ulang pada bulan berikutnya.
Catatan dan Evaluasi Bupati:
PDAM, Efisiensi biaya pompa via solar panel & Genjot bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) demi keseimbangan profit dan layanan sosial.
BPR Jwalita, Genjot sisa target peserta Arisan Sinar (sisa ~200 kuota) & Perluas jangakauan Kredit Gangsar penumpas rentenir.
PT JET, Optimalisasi program Sangu Sampah dan pemberian reward bagi sekolah-sekolah berprestasi.
Harapannya sederhana, akhir tahun BUMD tak cuma pamer laporan, tapi benar-benar mencapai atau bahkan melampaui target. Profit didapat, pelayanan publik makin mantap,” pungkas Cusi.
Editor: Tatang Dahono


















