Foto: Prokopim / Dinas Komindag Trenggalek menggelar pelatihan desain baju digital (menggunakan Canva)
Ringkasan Berita:
- Dinas Komindag Trenggalek menggelar pelatihan desain baju digital (menggunakan Canva) dan pembuatan pola selama dua hari.
- Mendongkrak kreativitas pelaku fesyen lokal agar mampu menciptakan karya modis yang mengikuti tren pasar terkini (tidak monoton).
- Diikuti oleh 25 peserta yang merupakan kombinasi dari penjahit senior, pengusaha batik, dan siswa SMK Tata Busana.
TRENGGALEK MAKNAJATIM– Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek resmi menggelar pelatihan desain baju dan pola pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Aula Dinas Komindag ini diinisiasi untuk mendongkrak kreativitas para pelaku fesyen lokal agar mampu melahirkan karya yang modis dan mengikuti tren pasar terkini.
Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Fatihatur Rohmah.
Dalam arahannya, istri Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara yang akrab disapa Fatiq ini menekankan pentingnya peningkatan keterampilan (up-skilling) bagi para perajin konveksi.
”Pesan saya, ikuti pelatihan ini dengan baik. Serap ilmunya sehingga nanti dapat ilmu tambahan yang semakin menguatkan skill para peserta.
Dengan begitu, desain mereka tidak monoton dan bisa mengikuti permintaan pasar,” ujar Fatiq optimis.
Fatiq mengakui bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki potensi besar di sektor konveksi, mulai dari penjahit tradisional hingga pengusaha batik.
Namun, tantangan terbesar yang kerap dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan dalam merancang busana yang kekinian.
Pelatihan inilah yang hadir sebagai solusi konkret dari pemerintah daerah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Promosi, Pengembangan Ekspor dan Kemetrologian Dinas Komindag Trenggalek, Nurun Nadjmi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menyasar 25 peserta yang terdiri dari kombinasi pelaku konveksi senior, penjahit, pengusaha batik, hingga siswa SMK jurusan Tata Busana.
Nurun membeberkan sebuah target besar di balik pelatihan ini, salah satunya adalah mengisi slot produk fesyen wanita di pusat perbelanjaan bergengsi, Plaza Sarinah Jakarta.
”Kita sudah punya produk di Plaza Sarinah, namun untuk baju wanita belum tersedia.
Yang ada baru kain batik dan kemeja pria.
Diharapkan setelah pelatihan ini, tumbuh desainer-desainer muda yang mampu menyuplai produk-produknya ke sana,” jelas Nurun.
Tak hanya itu, karya-karya fresh yang lahir dari pelatihan ini nantinya juga dipersiapkan untuk unjuk gigi dalam ajang Fashion Show bergengsi dalam rangka memperingati Hari Batik mendatang.
Untuk mengejar ketertinggalan tren, kurikulum pelatihan ini dirancang secara taktis dan modern:
Hari pertama peserta dibekali kemampuan mendesain baju secara digital dengan memanfaatkan aplikasi Canva.
Metode ini dipilih agar para peserta, termasuk para penjahit senior, dapat dengan mudah memvisualisasikan ide kreatif mereka secara cepat dan modern.
Hari kedua Pelatihan akan difokuskan secara mendalam pada teknik pembuatan pola baju fisik yang presisi dan nyaman dipakai.
Melalui sinergi antara talenta muda dan pelaku usaha senior, Pemkab Trenggalek berharap industri fashion lokal tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dengan produk-produk yang up-to-date dan diminati pasar luas.
Editor: Tatang Dahono


















