Foto: Dok. Prokopim / Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Ponorogo bersama OJK dan PNM mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi, seperti live TikTok, serta pelatihan manajemen keuangan yang bijak.
PONOROGO MAKNAJATIM — Di tengah dinamisnya era digital, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk tidak sekadar bertahan hidup, melainkan terus tumbuh dan naik kelas.
Pesan penting ini ditekankan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang dihelat oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Madiun di Pendopo Agung Ponorogo, Sabtu (17/10/2026).
Di hadapan 250 nasabah yang hadir, Bunda Lisdyarita mendorong para pelaku usaha—didominasi oleh para ibu—agar lebih adaptif terhadap pemanfaatan teknologi guna mendongkrak omzet dan memperluas pangsa pasar.
”Hari ini dunia digital luar biasa. Ibu-ibu harus adaptif. Sambil berjualan atau membuat produk, bisa sambil live TikTok.
Sehingga jangkauan pasar semakin luas dan masyarakat menjadi tertarik membeli,” ujar Bunda Lisdyarita penuh semangat.
Pemkab Ponorogo menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan UMKM berjuang sendirian.
Berbagai langkah strategis terus digalakkan, mulai dari pemberian pelatihan intensif hingga perluasan jalur pemasaran melalui sinergi bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdagkum) serta Dinas Tenaga Kerja.
Langkah progresif ini turut mendapat dukungan kuat dari berbagai instansi lintas sektor.
Kegiatan PKU Akbar kali ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara PNM Cabang Madiun, Pegadaian, BRI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bunda Lisdyarita menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi tersebut.
Menurutnya, pendampingan usaha secara berkala adalah kunci agar pelaku UMKM tidak hanya mendapat kemudahan akses pembiayaan, tetapi juga dibekali keterampilan manajerial yang mumpuni.
”Mari kita sama-sama bantu UMKM kita agar naik kelas,” ajaknya.
Tidak hanya soal pemasaran digital, aspek krusial dalam membangun bisnis yang sehat turut dibahas tuntas oleh Pemimpin Kantor OJK Kediri, Ismirani Saputri.
Ia memaparkan betapa pentingnya literasi dan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM.
Menurut Ismirani, pengelolaan finansial yang baik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana namun disiplin, di antaranya:
- Pemisahan Rekening: Wajib memisahkan secara tegas antara keuangan hasil usaha dan kebutuhan rumah tangga.
- Dana Cadangan: Disiplin menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan atau dana darurat.
- Pembiayaan Bijak: Menggunakan fasilitas pembiayaan secara produktif sesuai kebutuhan riil usaha, bukan konsumtif.
Skala Prioritas: Mengutamakan kebutuhan pokok pengembangan bisnis di atas keinginan semata.
”Melalui kegiatan PKU ini, kami
berharap ibu-ibu tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengambil keputusan keuangan dan mengembangkan usaha,” pungkas Ismirani.
Catatan Aksi untuk Pelaku UMKM
Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak sukses UMKM Ponorogo agar bisa naik kelas, berikut rangkuman langkah strategis yang bisa diterapkan:
- Go Digital: Manfaatkan platform media sosial seperti fitur live streaming di TikTok atau Shopee untuk memperluas jangkauan pembeli lintas daerah.
- Pisahkan Keuangan: Gunakan dompet atau rekening yang berbeda antara uang pribadi dan modal usaha.
- Manfaatkan Pendampingan: Ikuti pelatihan-pelatihan bisnis dari dinas terkait atau lembaga pembiayaan resmi (seperti PNM, OJK, dan perbankan) untuk memperkuat mental dan strategi wirausaha Anda.
Editor: Tatang.D


















