Foto: Prokopim /Grebeg Suro 2026 ditutup bukti cinta warisan budaya UNESCO
Ringkasan Berita:
- Perhelatan budaya tahunan Grebeg Suro 2026 di Ponorogo resmi ditutup oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, pada Senin (15/5/2026) setelah berlangsung sejak 6 Juni dengan total lebih dari 28 rangkaian acara.
- Event ini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan sukses menjadi penggerak ekonomi lokal (melibatkan ribuan UMKM).
- Reog Ponorogo tercatat menempati posisi ke-2 sebagai multiplier ekonomi terbesar di Jawa Timur setelah Jember Fashion Carnaval.
- Dua kompetisi utama yang menjadi sorotan adalah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) (diikuti 32 grup se-Indonesia) dan Festival Reog Remaja (FRR) (diikuti 24 SMP se-Ponorogo).
- Berdasarkan pengumuman 10 besar di malam puncak, grup Kyai Lodra (Disbudpar Provinsi Jawa Timur) berhasil menjadi salah satu penyaji terbaik di kategori FNRP, sementara Singo Taruno Budoyo (SMPN 1 Ponorogo) memimpin di kategori FRR.
PONOROGO MAKNA JATIM – Kemegahan perhelatan Grebeg Suro 2026 resmi berakhir pada Senin (15/5/2026).
Ditutup langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, event tahunan yang berlangsung sejak 6 Juni ini sukses menjadi etalase budaya sekaligus panggung industri kreatif kebanggaan masyarakat Ponorogo.
Lebih dari 28 rangkaian event sukses membius ribuan wisatawan yang memadati Bumi Reog.
Tak sekadar pesta budaya, Grebeg Suro tahun ini terbukti nyata menjadi mesin penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan ribuan UMKM.
Dua agenda yang paling mencuri perhatian adalah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reog Remaja (FRR).Masuk dalam kalender bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, kedua festival ini menampilkan aksi memukau dari puluhan grup reog.
FNRP tahun ini diikuti oleh 32 grup dari berbagai daerah di Indonesia, sedangkan FRR diramaikan oleh 24 sekolah menengah pertama se-Kabupaten Ponorogo.
Perwakilan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, memberikan apresiasi yang luar biasa.
Ia mengungkapkan bahwa Reog Ponorogo kini menempati posisi yang sangat strategis dalam pariwisata Jawa Timur.
”Kami menerima laporan bahwa se-Jawa Timur, Reog Ponorogo menjadi multiplier ekonomi nomor dua setelah Jember Fashion Carnaval. Dengan keterlibatan ribuan UMKM, kita harapkan ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh melesat,” ujar Dwi Marhen Yono di Panggung Alun-alun Ponorogo.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, menegaskan bahwa Grebeg Suro adalah bukti cinta masyarakat terhadap warisan leluhur yang kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
“Mari terus jaga tradisi, lestarikan budaya, dan majukan ekonomi reog tercinta!” seru Bunda Lisdyarita hangat.
Malam puncak penutupan juga menjadi momen yang mendebarkan dengan diumumkannya daftar pemenang 10 besar untuk masing-masing kategori festival. Berikut adalah daftarnya:
Top 10 Kategori Penyaji Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI
Kyai Lodra – Disbudpar Provinsi Jawa Timur
Reyog Pemkab Wonogiri – Pemkab Wonogiri
Purbaya Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya
Manggolo Wiyoto – SMAN 3 Ponorogo
Gajah Manggolo – SMAN 1 Ponorogo
Reog Laskar Sawung Guling – Universitas Surabaya
Satrio Bimo Sembodo – Baturetno Wonogiri
Bantarangin DKI Jakarta – Bantarangin DKI Jakarta
Krida Taruna – SMAN 2 Ponorogo
Taruna Suryo – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
Top 10 Kategori Penyaji Festival Reog Remaja (FRR) XXXI
Singo Taruno Budoyo – SMPN 1 Ponorogo
Taruno Mudho – SMPN 1 Jetis
Singo Bayi Djoyo Manggolo – SMPN 3 Ponorogo
Sardulo Pratama – SMPN 6 Ponorogo
Singo Sumowicitro – SMPN 2 Kauman
Reyog Gunungsari – SMPN 1 Mlarak
Sekar Mas – SMPN 5 Ponorogo
Solah Wetan – Komunitas Masyarakat Solah Wetan
Sardulo Candi Taruno – SMPN 1 Kauman
Singo Mulang Joyo – SMPN 4 Ponorogo
Editor: Tatang Dahono












