Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden / Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong pada Kamis (30/04/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur ketahanan air, ketahanan pangan, serta mitigasi bencana banjir di wilayah selatan Jawa Timur.
Dalam peninjauannya, Wapres menegaskan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan proyek strategis nasional ini dipercepat.
Target penyelesaian yang tepat waktu menjadi krusial agar manfaat bendungan dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani di wilayah terdampak.
Secara geografis, Kabupaten Trenggalek yang berada di wilayah cekungan sering menghadapi tantangan limpasan air hujan dari perbukitan Gunung Liman.
Kehadiran Bendungan Bagong diproyeksikan menjadi solusi terintegrasi untuk mengendalikan aliran Sungai Bagong saat musim penghujan dan menjamin ketersediaan air di musim kemarau.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Noor, melaporkan bahwa progres di lapangan saat ini berjalan sesuai rencana.
”Saat ini kita sudah melaksanakan pekerjaan pada badan bendungan utama (main dam), saluran pelimpah (spillway), pintu pengambilan air (intake), hingga terowongan pengelak,” ujar Muhammad Noor usai mendampingi Wapres.
Bendungan Bagong dirancang dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta meter kubik. Infrastruktur ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi wilayah sekitarnya, antara lain:
Irigasi: Menjamin pasokan air bagi 977 hektare sawah di Daerah Irigasi Bagong.
Air Baku: Menyuplai air bersih sebesar 153 liter per detik untuk warga di Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan.
Pengendalian Banjir: Menurunkan potensi luapan Sungai Bagong secara signifikan guna melindungi permukiman dan pusat aktivitas warga.
Wapres Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Koordinasi yang solid diharapkan dapat meminimalisir kendala di lapangan sehingga bendungan ini mampu mendorong produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi oleh sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya:
Raffi Ahmad (Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni).
Emil Elestianto Dardak (Plh. Gubernur Jawa Timur).
Mochamad Nur Arifin (Bupati Trenggalek)
Al Muktabar (Plt. Sekretaris Wakil Presiden)
Perwakilan pimpinan dari PT PP dan PT Sac Nusantara selaku pelaksana proyek.
Pemerintah optimistis bahwa penyelesaian Bendungan Bagong akan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas kedaulatan pangan dan air di kawasan Jawa Timur bagian selatan.
Editor: Tatang Dahono


















