Foto :Istimewa / Trimo Dwi Cahyono Ketua Komunitas jaranan Trenggalek
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Suasana pelestarian budaya di Bumi Menak Sopal mendadak memanas.
Pengamat budaya sekaligus Ketua Komunitas Paguyuban Jaranan Trenggalek, Trimo Dwi Cahyono, melontarkan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk segera mengukuhkan Dewan Kebudayaan.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat kabupaten tetangga sudah jauh melangkah dengan memiliki wadah formal bagi para pelaku seni, sementara Trenggalek dianggap masih jalan di tempat.
Trimo menegaskan bahwa keberadaan Dewan Kebudayaan bukan sekadar formalitas, melainkan jantung dari sinergitas pelestarian tradisi. Tanpa wadah ini, kekayaan budaya Trenggalek terancam berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.
”Jadi keberadaan dewan kebudayaan sangat penting. Ini bisa menjadi wadah sinergitas budaya agar tidak terpetak-petak. Kita harus menjaga marwah sekaligus identitas daerah,” ujar Trimo,Jumat (27/03/2026).
Trimo membeberkan data yang cukup mencengangkan:
Jumlah Komunitas terdapat sekitar 60 komunitas budaya di Trenggalek yang aktif menjaga warisan leluhur.
Kondisi Saat ini mengalami kekosongan wadah setelah Dewan Kesenian yang dulu ada vakum dalam waktu lama.
Pembentukan Dewan Kebudayaan harus terealisasi paling lambat tahun ini, ‘tegasnya.
Trimo menyoroti beberapa kesenian ikonik yang butuh “tangan dingin” pemerintah agar tidak hilang ditelan zaman:
Wayang
Tiban
Ketoprak
Tayub
Dengan nada tegas namun konstruktif, Trimo mempersilakan Pemkab untuk merumuskan mekanisme pemilihan ketua, asalkan proses tersebut segera dieksekusi. Ia menjamin bahwa dukungan dari arus bawah (komunitas) akan sangat kuat.
”Kan di beberapa kabupaten lain sudah terbentuk. Nah, kini saatnya Trenggalek untuk merealisasikan! Saya kira pasti akan mendapat dukungan penuh dari komunitas yang ada,” tandasnya.
Editor : Dahono


















