
Foto: Maknajatim / Ketua Pelaksana HSN Trenggalek 2026 Imam Rosyidi ( Kacamata), bersama Pj. Sekda Triadi Atmono.
Gebrakan HSN 2026 Pesta Rakyat,UMKM Guncang Trenggalek!
Ringkasan:
- Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Trenggalek tampil meriah berkat kolaborasi perdana PCNU dan Pemkab Trenggalek melalui ajang HSN Fest di Alun-Alun (25 Oktober–3 November 2026).
- Selain berbagai lomba santri dan bazar UMKM untuk mendongkrak ekonomi, acara ini juga dimeriahkan festival budaya, kesenian jaranan-campursari, serta ditutup dengan Istighotsah Akbar bersama.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 di Kabupaten Trenggalek tampil beda dan jauh lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dalam kolaborasi akbar bertajuk HSN Fest 2026.
Ketua Pelaksana HSN Trenggalek, Imam Rosyidi, mengungkapkan bahwa rangkaian acara tahun ini dirancang inklusif agar tidak hanya dinikmati oleh kalangan pesantren saja, melainkan melebur bersama seluruh lapisan masyarakat umum.” Saptu (24/10/2026).
”Makna Hari Santri ini bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan juga milik masyarakat Indonesia secara umum.
Istilahnya, HSN adalah persembahan kaum pesantren untuk masyarakat Indonesia, mengingat sejarah Resolusi Jihad di mana seluruh elemen berjuang bersama-sama merebut kemerdekaan,” ujar Imam Rosyidi.
Rangkaian semarak HSN 2026 sebenarnya telah dibuka sejak 11 Oktober 2026 lalu di Kecamatan Watulimo.
Berbagai kompetisi guna menjaring bibit-bibit unggul santri pun digelar, di antaranya:
- Lomba MTQ dan Musabaqah Ilmiyah Qira’atul Kutub (MIQah): Dilaksanakan pada 25 Oktober di Aula Kemenag Trenggalek. Sebagian besar agenda lomba juga dipusatkan di Pondok Pesantren Jati Prahu, Karangan.
- HSN Fest: Panggung Budaya dan Kebangkitan UMKM
Puncak kemeriahan masyarakat umum dipusatkan di Alun-Alun Trenggalek melalui gelaran Bazar UMKM dan Panggung Hiburan yang berlangsung mulai 25 Oktober hingga 3 November 2026.
Melalui tema HSN Fest, panitia ingin turut menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM Trenggalek.
Tak hanya itu, panggung hiburan di dalam alun-alun juga akan dimeriahkan dengan berbagai agenda seni dan budaya, seperti:
- Festival Sholawat yang disemarakkan dengan lantunan sholawat bersama.
- Festival Budaya pada 28 Oktober 2026, yang menampilkan kesenian tradisional khas daerah seperti Jaranan dan Campursari.
- Ditutup Istighotsah Akbar Bersama Gus Kautsar dan Gus Firjaun
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian HSN 2026 di Trenggalek, panitia telah menyiapkan agenda spiritual akbar berupa Istighotsah Akbar pada 3 November 2026.
Acara penutup ini dipastikan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama kharismatik, yaitu Gus Kautsar (pengurus PBNU) serta Gus Firjaun dari Jember yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur.
Melalui kolaborasi strategis ini, Imam Rosyidi berharap HSN 2026 mampu menumbuhkan kreativitas dan kemampuan para santri, baik di bidang kepesantrenan maupun bidang umum.
Di sisi lain, kehadiran bazar UMKM dan panggung hiburan diharapkan menjadi magnet bagi warga Trenggalek untuk turut serta merayakan kebersamaan.
”Karena sifatnya hiburan, kreativitas seni, dan pemberdayaan UMKM, kami sangat berharap keterlibatan seluruh masyarakat Trenggalek untuk turut hadir dan menyukseskan rangkaian Hari Santri di Alun-Alun Trenggalek hingga 3 November nanti,” pungkasnya.
Editor: Tatang. D


















