banner 728x250

Sakral! Mas Ipin Pimpin Bedol Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Lestarikan tradisi Hari Jadi ke-832, Mas Ipin boyong Pusaka Kabupaten dan Ageman Bupati dalam Prosesi Bedol Pusaka

banner 325x300

Ringkasan Berita:

Penyemayaman & Jenis Pusaka:

​Balai Desa Karangrejo (Kampak): Pusaka pribadi bupati, berupa 2 Tombak Korowelang Sakembaran dan Ageman (pakaian kebesaran) Bupati.

​Balai Desa Kamulan (Durenan):

Pusaka kabupaten, meliputi 2 Tombak Biring Sakembaran, 2 Tombak Korowelang Sakembaran, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Praja, Parasamya Purna Karya Nugraha, dan Pataka Jwalita Karana.

TRENGGALEK MAKNAJATIM — Suasana khidmat nan sarat makna menyelimuti Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Usai merampungkan tahapan penjamasan, rangkaian peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-832 dilanjutkan dengan prosesi sakral Bedol Pusaka pada Sabtu (29/8/2026).

Pusaka-pusaka penting daerah diboyong dari pendopo untuk dikirab menuju dua tempat terpisah.

​Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), memimpin langsung pengiraban pusaka pribadi bupati menuju Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.

Adapun barang pusaka yang diboyong meliputi:

​2 Tombak Korowelang Sakembaran
​Ageman (pakaian kebesaran) Bupati
​Pusaka-pusaka tersebut disemayamkan dan didoakan secara khusus di Balai Desa Karangrejo sebelum nantinya dikembalikan ke Pendopo Agung pada puncak prosesi Hari Jadi, 31 Agustus mendatang.

​Di lokasi terpisah, armada kirab memboyong deretan Pusaka Kabupaten menuju Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.

Deretan pusaka yang disemayamkan di Kamulan mencakup:

​2 Tombak Biring Sakembaran & 2 Tombak Korowelang Sakembaran
​Songsong Tunggul Nogo & Songsong Tunggul Praja
​Parasamya Purna Karya Nugraha & Pataka Jwalita Karana.

​Mas Ipin menjelaskan bahwa penempatan pusaka kabupaten di Desa Kamulan memiliki nilai sejarah mendalam.

Desa ini merupakan lokasi ditemukannya Prasasti Kamulan yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Trenggalek.

​”Di sinilah ditemukannya Prasasti Kamulan yang menjadi penanda Hari Jadi Trenggalek.

Pusaka disemayamkan di sini untuk didoakan oleh para kiai dan seluruh masyarakat sebelum dikembalikan ke pendopo,” ujar Mas Ipin.

​Secara filosofis, pemimpin muda ini menegaskan bahwa pusaka merupakan simbol sarana untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam tatanan pemerintahan modern, “pusaka” sejati adalah amanah serta kepercayaan yang dimandatkan oleh rakyat.

​Melalui doa bersama tokoh agama dan masyarakat di Karangrejo maupun Kamulan, prosesi ini menjadi ikhtiar spiritual agar jajaran pemerintah daerah senantiasa menjaga kepercayaan warga dan membawa Trenggalek semakin sejahtera.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *