Foto: Prokopim / Gerbong mutasi di lingkup Pemkab Trenggalek kembali bergerak
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Gerbong mutasi di lingkup Pemkab Trenggalek kembali bergerak. Namun, pelantikan dua pejabat Administrator pada Jumat (8/5) kali ini bukan sekadar penyegaran birokrasi biasa.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, secara terang-terangan menyebut rotasi ini sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan evaluasi terhadap kinerja pejabat yang memicu kegaduhan.
Sorotan utama tertuju pada nama Dwi Ratna Widyawati. Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Pule tersebut resmi digeser menjadi Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Posisi Ratna di Pule memang tengah menjadi buah bibir akibat rentetan peristiwa yang memicu keresahan warga setempat.
Sementara itu, Subagya yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan, kini mengisi posisi baru sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Pernyataan Menohok Wakil Bupati
Usai prosesi pelantikan, Mas Syah—sapaan akrab Wakil Bupati—tidak menutupi bahwa mutasi ini merupakan langkah tegas pemerintah daerah dalam menyikapi “dosa” birokrasi di lapangan.
”Ini menjadi spesial, karena sama-sama kita ketahui kemarin terjadi sesuatu di Kecamatan Pule. Ini sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Kita tidak menutup mata untuk melakukan evaluasi,” tegas Mas Syah dengan nada bicara serius.
Lebih lanjut, politisi muda ini memberikan peringatan keras kepada seluruh ASN di Trenggalek agar tidak bermain-main dengan amanah rakyat.
Ia menekankan bahwa di era keterbukaan informasi, masyarakat bertindak sebagai pengawas yang sangat kritis.
Pejabat dilarang menciptakan keributan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Evaluasi akan terus dilakukan jika pejabat dianggap gagal menjaga kondusivitas.
Mas Syah meminta seluruh pejabat bekerja dengan benar agar tidak terseret masalah di kemudian hari.
Langkah pencopotan Camat Pule ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Trenggalek tidak akan memberikan toleransi bagi pejabat wilayah yang gagal meredam gejolak atau justru menjadi sumber masalah.
”Harapannya ini tidak hanya untuk yang dilantik hari ini, tapi seluruh pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek. Bekerjalah dengan baik agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” pungkas Mas Syah menutup sesi wawancara.
Kini, publik menunggu apakah pergeseran Ratna ke Dinas Perpustakaan mampu meredam tensi di Kecamatan Pule, ataukah ini hanya awal dari “bersih-bersih” birokrasi yang lebih besar di Bumi Minak Sopal.
Editor: Tatang Dahono


















