Foto: Prokopim / Bupati Nur Arifin bersama Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, tancap gas menggalakkan budidaya Bawang Putih.
Ringkasan Berita:
- Menjadi salah satu dari empat daerah percontohan di Jawa Timur dalam gerakan serentak ketahanan pangan inisiasi Kapolri.
- Memanfaatkan kawasan dataran tinggi (700–1.000 mdpl) di Kecamatan Pule dan Bendungan.
- Mengurangi ketergantungan impor, menekan inflasi, menyejahterakan petani dari permainan tengkulak, serta menargetkan perluasan lahan hingga 1,5 hektar jika hasil panen tiga bulan ke depan memuaskan.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Tak mau terus-terusan bergantung pada pasokan impor, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek mulai tancap gas menggalakkan budidaya Bawang Putih.
Langkah nyata ini ditandai dengan aksi tanam bersama di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Rabu (19/8/2026).
Aksi turun ke sawah ini dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin), dan Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak di 17 provinsi se-Indonesia yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, berpusat di Desa Sembalun, Lombok Timur.
Di Jawa Timur sendiri, Trenggalek terpilih menjadi satu dari empat daerah percontohan bersama Malang, Pasuruan, dan Magetan.
Mas Ipin mengakui bahwa menanam bawang putih menjadi tantangan tersendiri karena belum populer di kalangan petani lokal. Namun, potensi geografis Trenggalek yang berbukit-bukit menjadi modal utamanya.
”Kita punya wilayah di ketinggian 700 hingga 1.000 MDPL yang sangat potensial.
Hari ini kita tanam 150 kg bibit jenis Lumbu Hijau di lahan seluas 0,2 hektar dengan melibatkan 8 petani dari Gapoktan setempat,” ujar Mas Ipin.
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan dalam kurun tiga bulan ke depan saat masa panen tiba.
Jika hasilnya memuaskan, skala penanaman akan langsung diperluas. “Targetnya jelas, kalau produksi lokal melimpah, kita tidak dimainkan lagi oleh tengkulak atau impor, dan inflasi Bawang Putih bisa kita tekan,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal ketahanan pangan nasional.
Ia optimistis lahan percontohan awal seluas 0,2 hektar ini mampu berkembang pesat.
”Hasil panen tiga bulan ke depan kita targetkan bisa dikembangkan hingga mencapai luasan 1,5 hektar.
Ketinggian lokasinya sudah sangat tepat dan bibitnya pun siap,” kata Kapolres.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Rohadi, menjelaskan bahwa selain Kecamatan Pule hingga Desa Puyung, wilayah Kecamatan Bendungan seperti daerah Botoputih juga menyimpan potensi luar biasa untuk komoditas ini.
Langkah ini melengkapi keberhasilan Trenggalek yang sebelumnya telah menyokong swasembada beras dan gula.
Editor: Tatang Dahono


















