banner 728x250

Kesabaran Habis! FAMTB Ultimatum DPRD Trenggalek Segera Perbaiki Jalan Ngares-Sengon

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Ali Roisudin Ketua Forum Aliansi Masyarakat Trenggalek Bergerak (FAMTB)

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Forum Aliansi Masyarakat Trenggalek Bergerak (FAMTB) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Trenggalek.
  • Menuntut perbaikan total ruas jalan penghubung Desa Ngares–Desa Sengon sepanjang 10 kilometer.
    ​Jalan rusak parah akibat aktivitas truk tambang bermuatan over-tonase dan tersumbatnya drainase oleh proyek pipa PDAM.
  • Jalur ini sudah tidak mendapat perbaikan total sejak 2010 (Desa Sengon) dan 2016 (Desa Ngares).
    Komisi III DPRD menjanjikan dua solusi, yaitu anggaran pemeliharaan darurat pada tahun ini (jangka pendek) dan perbaikan total berkala pada tahun depan (jangka panjang).

TRENGGALEK MAKNAJATIM – Suasana di gedung DPRD Kabupaten Trenggalek mendadak memanas.

Forum Aliansi Masyarakat Trenggalek Bergerak (FAMTB) yang dipimpin oleh sang koordinator, Ali Roisudin, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Trenggalek, Jum’at (22/5/2026).

Kedatangan mereka membawa satu tuntutan mutlak: Perbaikan total ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Ngares hingga Desa Sengon!

​Ali Roisudin dengan tegas menyatakan bahwa kesabaran masyarakat sudah habis melihat kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan.

​”Konsepnya jelas, kami menuntut segera ada perbaikan. Mudah-mudahan tahun ini terlaksana seperti yang disampaikan tadi.
Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan, kami akan datang lagi ke sini dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak! Kami akan bawa para sopir, petani, dan berbagai elemen masyarakat!” ancam Ali tanpa basa-basi.

​Bukan tanpa alasan warga meradang. Jalur sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang membentang dari Desa Ngares, Desa Sengon, hingga Prambon ini merupakan urat nadi perekonomian utama bagi warga Desa Sengon menuju Kecamatan Tugu.

​FAMTB membeberkan dua faktor utama yang membuat jalur ini rusak parah:

​Aktivitas Truk Tambang: Jalan yang seharusnya masuk masa pemeliharaan justru dihantam oleh truk-truk tambang bermuatan over-tonase setiap hari.

​Sumbatan Drainase oleh PDAM: Masalah diperparah oleh pemasangan saluran perpipaan sambungan rumah milik PDAM yang menyumbat aliran drainase, memicu air meluap dan mempercepat kerusakan jalan.

​Fakta miris pun terungkap dalam rapat tersebut. Jalan di Desa Ngares terakhir kali disentuh perbaikan (rabat beton) pada tahun 2016.

Sementara Desa Sengon jauh lebih parah, terakhir diaspal pada tahun 2010 silam!
​”Sekarang kondisinya sudah mengelupas parah, aspalnya hilang, tinggal menyisakan batu-batuannya saja,” ketus Ali.

​Terkait polemik aktivitas tambang yang merusak jalan, FAMTB memilih menyerahkan urusan regulasi kepada para pemangku kebijakan. Namun, warga menegaskan tidak mau tahu proses birokrasi yang berbelit-belit, mereka hanya ingin melihat hasil akhir berupa jalan yang mulus.

​Meski sempat memanas, RDP ini menghasilkan sejumlah komitmen dan janji dari pihak legislatif.

Jangka Pendek (Tahun Ini) Diupayakan adanya anggaran pemeliharaan jalan darurat agar bisa langsung dikerjakan tahun ini.

Jangka Panjang (Tahun Depan) Janji perbaikan total secara berkala untuk poros jalan utama lintas Prambon – Sengon – Ngares.

Ali Roisudin menegaskan, masyarakat siap bersinergi dan bergerak bersama jika pemerintah daerah serius ingin membenahi infrastruktur ini.

Kini, mata warga Trenggalek tertuju pada Komisi III DPRD dan Pemkab Trenggalek: Apakah janji ini akan ditepati, atau gelombang massa yang lebih besar akan benar-benar mengepung gedung dewan, kita tunggu aksi dari pemerintah daerah.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *