banner 728x250

Gugur Menjaga Negeri Pulang Sebagai Kusuma Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Dok.Prokopim / Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita,  memberikan penghormatan terakhir kepada  Sertu Anumerta Heri Prasetyo.

​Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • Sertu Anumerta Heri Prasetyo, prajurit TNI AD asal Trenggalek, gugur dalam kecelakaan helikopter saat memadamkan karhutla di Kalimantan.
  • Pemakamannya di TMP Karangsoko, Trenggalek, Sabtu (7/11/2026), dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi dan Bupati Trenggalek.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Karangsoko, Trenggalek, Sabtu (7/11/2026).

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada putra daerah terbaik bangsa, Sertu Anumerta Heri Prasetyo.

​Prajurit TNI AD yang lahir di Trenggalek pada 11 Oktober 1993 ini gugur dalam tugas mulia demi negara: misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

​Sertu Heri merupakan salah satu kru helikopter Mi-17 Puspenerbad (nomor penerbangan HA 53252) yang mengalami kecelakaan (crash) pada Selasa (4/11/2026) lalu.

Helikopter tersebut tengah mengemban misi kemanusiaan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

​Dalam keterangannya usai pemakaman, Jenderal TNI Tandyo Budi mengungkapkan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh almarhum dan rekan-rekannya selama kurang lebih tiga bulan penugasan di medan juang.

​”Pesawat dengan nomor lambung 5325 ini telah melaksanakan kurang lebih 636 sorti.

Jika diliterkan, almarhum dan tim telah mengangkut kurang lebih 1,6 juta liter air untuk membantu pemadaman di sana,” ungkap KSAD Tandyo Budi.

​Ia menjelaskan, dari total 8 kru di dalam helikopter nahas tersebut, 5 personel berhasil selamat, sementara 3 perwira dan bintara terbaik bangsa gugur dalam tugas:

  • ​Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah
  • ​Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar
  • ​Sertu Anumerta Heri Prasetyo

​Jenazah Letkol Dudi dan Kapten Hafid berhasil dievakuasi pada hari kejadian, Rabu (4/11/2026).

Sementara itu, proses evakuasi Sertu Heri baru membuahkan hasil pada Jumat (6/11/2026) pukul 08.30 WIB akibat kendala medan ekstrem dan kondisi gelombang besar, di mana almarhum ditemukan masih terikat sabuk pengaman (safety belt) di bangkai helikopter.

​Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa luar biasa almarhum, pemerintah melalui Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan TNI AD untuk menjamin seluruh hak keluarga yang ditinggalkan.

​KSAD memastikan bahwa anak almarhum akan mendapatkan beasiswa pendidikan.

Selain itu, santunan dari ASABRI, dukungan penuh dari TNI AD, serta bantuan berupa satu unit rumah dari Presiden RI akan segera diserahkan kepada keluarga.

​”Kita semua berdoa, mudah-mudahan almarhum Letkol Dudi, Kapten Hafid, dan Heri Prasetyo amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Jenderal Tandyo Budi.

​Sertu Anumerta Heri Prasetyo telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa sejak resmi menjadi prajurit aktif TNI AD pada 12 April 2014.

Selama kurang lebih 12 tahun berdinas, ia mengemban tugas penting sebagai Ba Fourier SUD Heli Serbu 1 Flight Heli B Den 3/Anur Yudha Cakti Puspenerbad.

​Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi sang istri tercinta, Rini Setiani, serta buah hati mereka, Freya Kirania Dhaneswari.

​Trenggalek dan Indonesia berhutang budi atas pengorbanan Heri Prasetyo—seorang kesatria bangsa yang gugur di medan tugas demi bumi pertiwi.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *