banner 728x250

Novita Hardini Gerakkan 157 Desa Kreatif Lewat Perfilman

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Dok. Prokopim / Novita Hardini membuka secara resmi Workshop Film Trenggalek yang digelar di Gedung Bawarasa.

Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • Novita Hardini membuka Workshop Film Trenggalek (3/11/2026) untuk mewujudkan 157 Desa Kreatif dan mendorong anak muda mandiri menciptakan lapangan kerja.
  • Menggandeng JFA & JAFF, langkah ini memperkuat ekosistem perfilman lokal sekaligus mengintegrasikannya dengan program ketahanan pangan dan lingkungan demi kemajuan Trenggalek.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM — Menyikapi tantangan lapangan pekerjaan yang semakin ketat, anggota Komisi VII DPR-RI sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini mengambil langkah progresif.

Ia memberikan dukungan penuh sekaligus membuka secara resmi Workshop Film Trenggalek yang digelar di Gedung Bawarasa, Selasa (3/11/2026).

​Acara ini bukan sekadar pelatihan sinematografi biasa, melainkan bagian dari strategi besar Founders UPRINTIS Indonesia tersebut untuk mewujudkan 157 Desa Kreatif di Kabupaten Trenggalek melalui kolaborasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.

​Di tengah dinamisnya situasi ekonomi saat ini, Novita Hardini menyoroti pentingnya perubahan pola pikir (mindset) generasi muda. Menurutnya, era sekarang menuntut setiap individu untuk aktif menjemput peluang, bukan sekadar menunggu lapangan pekerjaan datang.

​”Perempuan hebat beranggapan kita tidak bisa bergantung untuk mendapatkan pekerjaan di era sekarang, melainkan harus mau menjemput peluang pekerjaan itu sendiri.”

​Sektor ekonomi kreatif dipilih karena memiliki ruang lingkup yang luas serta potensi pendapatan (cuan) yang besar.

Terlebih lagi, Kabupaten Trenggalek telah memiliki modal sosial yang kuat setelah sukses memproduksi dua film nasional yang mendapat sambutan hangat di kancah perfilman tanah air.

​Demi memastikan ekosistem perfilman di tingkat desa terbangun secara matang, Novita Hardini tidak tanggung-tanggung mendatangkan para ahli langsung dari Yogyakarta, yakni Jogja Film Academy (JFA) dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

​”Ini dalam satu ekosistem untuk membangun 157 desa kreatif. Saya ingin Kabupaten Trenggalek bisa memanfaatkan peluang yang sudah kami perjuangkan sebelumnya dengan adanya dua film besar nasional di Trenggalek,” ujar Master of Economic UINSATU tersebut.

​”Sebenarnya perfilman di Kabupaten Trenggalek ini harus diperkuat. Hari ini kami menghadirkan teman-teman dari JAFF dan Jogja Film Academy.

Kami berharap nantinya bisa melahirkan talenta-talenta baru khusus di bidang film,” tambahnya.

​Melalui langkah strategis ini, Novita berharap anak-anak muda Trenggalek mampu bertransformasi menjadi kreator mandiri yang piawai menciptakan lapangan kerja baru, alih-alih bergantung pada kondisi pasar kerja konvensional.

​Tidak hanya berfokus pada sektor perfilman (ekraf), Novita Hardini juga mengintegrasikan berbagai program pembangunan daerah lainnya secara simultan, di antaranya:

​ Mendorong ketahanan pangan melalui program Green Community dan inisiatif ketahanan pangan PKK.

​ Berbagai lini gerakan ini dihadirkan sebagai bentuk sinergi nyata untuk membantu Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Editor: Tatang.D

​

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *