Foto: Prokopim / Pemkot Yogyakarta Berguru Teknologi Perahu ke Sungai Maron Pacitan
Ringkasan Berita:
- Pemkot Yogyakarta (dipimpin Wali Kota Hasto Wardoyo) melakukan studi banding ke Sungai Maron, Pacitan pada Rabu (19/08).
- Mempelajari pengelolaan wisata berbasis masyarakat (Pokdarwis) serta adopsi teknologi armada perahu.
- Mesin perahu Sungai Maron dinilai adaptif untuk sungai dangkal di Yogyakarta, dengan opsi energi ramah lingkungan (BBM, gas, hingga listrik).
- Destinasi yang dirintis sejak 2012 ini menggerakkan ekonomi warga setempat melalui kepemilikan 130-an armada perahu secara mandiri.
PACITAN MAKNAJATIM – Keindahan lanskap hijau nan asri Sungai Maron di Pacitan tak cuma menyihir wisatawan lokal, tetapi juga memikat perhatian jajaran Pemkot Yogyakarta.
Berjuluk “The Amazon of Java”, destinasi air populer ini mendadak jadi tempat “studi banding” bernilai tinggi bagi Kota Gudeg yang ingin mempercantik potensi wisatanya.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Rabu (19/08) ini menghadirkan momen hangat antara Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.
Bertemu langsung di lokasi, Wali Kota Yogyakarta memboyong rombongannya untuk membedah rahasia sukses pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku tersebut.
Fokus utama daya tarik kunjungan ini rupanya tertuju pada armada perahu yang membelah aliran Sungai Maron. Teknologi yang diterapkan di sini dinilai sangat adaptif untuk diimplementasikan di wilayah Yogyakarta.
Mesin Fleksibel: Sistem mesin perahu di Sungai Maron mampu menyesuaikan dengan kedalaman air secara otomatis.
Solusi Sungai Dangkal: Karakteristik mesin ini cocok diaplikasikan pada sungai-sungai di Yogyakarta yang cenderung memiliki kedalaman dangkal.
Keragaman Energi: Dari total 130-an armada, teknologi yang digunakan makin ramah lingkungan dengan variasi bahan bakar minyak, gas, hingga teknologi listrik.
Diinisiasi sejak tahun 2012 dan resmi beroperasi pada 2014, Sungai Maron kini menjadi contoh sukses pengelolaan destinasi wisata lokal.
Seluruh armada perahu yang beroperasi merupakan milik warga setempat yang dikelola mandiri melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Bupati Pacitan menegaskan bahwa pariwisata—mulai dari pantai, sungai, hingga wisata minat khusus—merupakan urat nadi perekonomian daerahnya.
⁸Sinergi antara keindahan alam dan inovasi teknologi lokal di Sungai Maron terbukti menjadi formula sukses yang tak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi kini juga menginspirasi daerah lain untuk saling mereplikasi kemajuan.
Editor: Tatang Dahono


















