Foto: Prokopim / Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menerima bantuan CSR dari Bank Jatim
Ringkasan Berita:
- Di tengah keterbatasan anggaran (fiskal) daerah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menerima bantuan CSR dari Bank Jatim berupa Floor Projector Highlight di 5 titik kawasan Alun-Alun Trenggalek untuk mempercantik pusat kota.
- Penataan Alun-Alun ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menarik investasi, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendongkrak pendapatan pedagang lokal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Pemkab Trenggalek juga berencana menerapkan Free Emission Zone (Zona Bebas Emisi) di kawasan perkotaan yang didukung penuh oleh pihak Bank Jatim.
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Keterbatasan kemampuan fiskal tidak menjadi penghalang bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk terus bersolek dan memacu roda perekonomian daerah.
Di bawah komando Bupati Mochamad Nur Arifin, Trenggalek justru kian gencar berinovasi guna mewujudkan visi besar sebagai “Kota Atraktif” yang ramah investasi, bisnis, dan pariwisata.
Langkah strategis ini kembali mendapat suntikan segar melalui kolaborasi dengan Bank Jatim.
Bertempat di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Rabu (10/6/2026), Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut secara resmi menerima penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Daerah milik Jawa Timur tersebut.
Tahun ini, Bank Jatim menyerahkan bantuan CSR berupa Floor Projector Highlight sebanyak 5 titik yang dipasang di kawasan Alun-Alun Trenggalek.
Proyektor lampu cantik ini menampilkan berbagai karakter visual menarik yang siap mengubah wajah pusat kota menjadi lebih hidup dan estetik.
Bupati Nur Arifin tidak menampik bahwa Kabupaten Trenggalek saat ini berada di posisi tiga terbawah dalam hal kemampuan fiskal daerah di Provinsi Jawa Timur.
Dengan postur APBD yang terbatas jika dibandingkan dengan daerah tetangga, diperlukan lompatan kebijakan agar pembangunan tidak berjalan di tempat.
”Saya mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih. Sampai beberapa tahun ke depan, fokus kita adalah mencapai Kota Atraktif.
Salah satu indikatornya adalah bagaimana caranya Kota Trenggalek ini menjadi lebih menarik untuk kegiatan bisnis, wisata, dan sektor lainnya,” ujar Wakil Ketua APKASI tersebut, Rabu (10/6/2026).
Mas Ipin menjelaskan, Floor Projector Highlight ini merupakan bagian kecil dari megaproyek penataan kawasan perkotaan.
Kedepan, Pemkab Trenggalek berencana memperluas (extend) area Alun-Alun hingga ke zona jalan aspal sekitarnya untuk dijadikan ruang publik yang humanis.
”Setiap Jumat dan Sabtu malam kan banyak masyarakat yang berjualan. Dengan Alun-Alun yang lebih berwarna-warni dan atraktif, kita harapkan kunjungan meningkat, rezeki pedagang bertambah, dan pada akhirnya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.
Terkait pembiayaan penataan kota, Pemkab Trenggalek juga memaksimalkan berbagai instrumen keuangan yang legal, termasuk sinergi dengan PT SMI maupun perbankan, yang telah mendapatkan lampu hijau dari DPRD Trenggalek.
Selain estetika kota, Mas Ipin juga menaruh perhatian besar pada performa keuangan Bank Jatim yang tumbuh positif tahun ini.
Di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memicu ketidakpastian, ia memastikan Bank Jatim tetap berada di jalur yang benar (on the track) untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti (yang akrab disapa Didik), menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh Pemkab Trenggalek selama ini. Didik menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan performa korporasi agar dividen yang kembali ke pemerintah daerah juga semakin optimal.
”CSR ini adalah amanah untuk stakeholder dan shareholder. Lima titik Floor Projector di Alun-Alun ini diharapkan seirama dengan visi Mas Bupati untuk membuat Trenggalek jauh lebih atraktif,” kata Didik.
Lebih jauh, Didik juga memuji konsep pembangunan berwawasan lingkungan yang digagas Mas Ipin, salah satunya rencana penerapan Free Emission Zone (Zona Bebas Emisi) di kawasan perkotaan.
”Sebagai orang yang hobi jalan pagi, lari, dan gowes, saya sangat mendukung ide Mas Bupati. Ini bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat yang merindukan udara bersih bebas polusi,” tuturnya.
Sebagai penunjang ekosistem digital di Trenggalek, Bank Jatim juga terus memperbarui fitur pada aplikasi J-Connect Mobile Banking versi terbaru, yang saat ini telah mengantongi lebih dari 220 ribu pengguna, termasuk sekitar 5.000 ASN di Lingkungan Pemkab Trenggalek.
Ke depan, Bank Jatim mengintegrasikan sistem ini untuk mendukung berbagai agenda besar daerah.
Dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan, masyarakat yang ingin berburu tiket (war ticket) acara bergengsi seperti Trenggalek Turnkey hingga Festival Jaranan, cukup mengaksesnya lewat aplikasi J-Connect tanpa perlu mengantre di lokasi.
Sinergi apik antara estetika ruang publik, kebijakan pro-lingkungan, dan akselerasi digital ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Trenggalek untuk lepas dari bayang-bayang keterbatasan anggaran, dan menjelma menjadi episentrum ekonomi baru di pesisir selatan Jawa Timur.
Editor: Tatang Dahono


















