banner 728x250

Pemkab Trenggalek Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekda Ajak Refleksi Nilai Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Peringatan Hari Lahir Pancasila dipimpin oleh Sekda Edy Soepriyanto di halaman parkir Kantor Setda

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Trenggalek menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila yang dipimpin oleh Sekda Edy Soepriyanto di halaman parkir Kantor Setda, Senin (1/6).
  • Upacara tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
  • Sekda Trenggalek menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi agar Pancasila menjadi jangkar moral di tengah tantangan global, pemersatu keberagaman bangsa.

TRENGGALEK MAKNAJATIM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di halaman parkir Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, Senin (1/6).

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Setda.

​Dalam amanatnya, Edy Soepriyanto menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh terjebak dalam batas seremoni tahunan semata.

Momen ini harus menjadi refleksi mendalam untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap terinternalisasi dalam sanubari setiap warga negara.

Peringatan ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Edy.

Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini membawa pesan kuat tentang relevansi universal dasar negara Indonesia.

Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya krusial bagi keutuhan internal bangsa, tetapi juga diproyeksikan mampu menjadi solusi konkret bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Sekda Trenggalek yang dikenal gemar berolahraga sepak bola ini memaparkan bagaimana Pancasila telah teruji menjadi bintang penuntun (leitstar) yang tangguh bagi bangsa Indonesia.

Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh.

Contoh nyatanya, bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” urainya.

​Ia menambahkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai jangkar moral di tengah turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Lebih lanjut, Edy menekankan bahwa posisi Indonesia di kancah internasional bukanlah sebagai penonton pasif. Berdasarkan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memikul tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

​Kebijakan Luar Negeri: Pancasila menjadi fondasi utama dari arah kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Nilai musyawarah dan mufakat dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan berbagai konflik global.

Menutup arahannya, Edy mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan bangsa.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemegang estafet masa depan, untuk membumikan Pancasila.

Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita,” tegasnya.

​Ia optimistis bahwa semangat persatuan dan nilai kemanusiaan akan terus membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar di mata dunia. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkas Edy.

Editorial: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *