banner 728x250

Wapres Gibran Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek

banner 120x600
banner 468x60

Wapres Gibran Rakabuming Raka kunjungan kerja ke Trenggalek, dan dialog dengan  para kepala desa untuk menyampaikan langsung aspirasi pembangunan daerah, kepada pemerintah pusat

 

banner 325x300

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek untuk meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kamis (30/4/2026).

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan menjadi pilar utama ketahanan pangan dan pengendalian banjir di wilayah Jawa Timur bagian selatan.

​Wapres tiba di Stadion Menak Sopal sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung bertolak menuju lokasi proyek. Setibanya di areal bendungan, Gibran menerima paparan teknis dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengenai capaian fisik dan kendala di lapangan.

​Dalam peninjauan ini, Wapres didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Wakil Bupati Syah Muhammad Natanegara, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek.


Selain memantau infrastruktur, Wapres Gibran mengalokasikan waktu khusus untuk berdialog dengan sekitar 20 kepala desa se-Kabupaten Trenggalek.

Pertemuan ini menjadi ajang bagi para pemimpin desa untuk menyampaikan langsung aspirasi pembangunan daerah kepada pemerintah pusat.

 

Wapres Gibran menerima paparan teknis dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengenai capaian fisik dan kendala di lapangan

Ketua DPC Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wapres yang dinilai memberikan angin segar bagi percepatan pembangunan di Trenggalek.

​”Kami perwakilan kepala desa menyampaikan terima kasih kepada Mas Gibran. Kami berharap kunjungan ini membawa dampak nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Puryono.

​Akselerasi Lahan dan Jaringan Irigasi
Dalam dialog tersebut, para kepala desa menitipkan pesan krusial terkait percepatan penyelesaian Bendungan Bagong.

Isu pembebasan lahan masih menjadi perhatian utama agar konstruksi fisik dapat rampung tepat waktu.

​Lebih lanjut, Puryono menekankan bahwa pembangunan bendungan harus dibarengi dengan kesiapan jaringan irigasi. “Kami berharap pembangunan fisik dan pembebasan lahan segera tuntas.

Selain itu, jaringan irigasi harus segera dibangun agar manfaatnya langsung dirasakan petani dalam mendukung program ketahanan pangan,” tegasnya.

​Tak hanya Bendungan Bagong, PKDI juga mendorong optimalisasi jaringan irigasi pada Bendungan Tugu guna menyokong target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

​Kunjungan kerja tersebut berlangsung efektif. Sekitar pukul 10.30 WIB, Wapres beserta rombongan meninggalkan lokasi Bendungan Bagong untuk melanjutkan agenda kerja lainnya melalui helipad di Stadion Menak Sopal.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *