Foto: Boby / Sukarudin Ketua komisi IV DPRD Trenggalek
TRENGGALEK MAKNAJATIM –
Calon guru di Kabupaten Trenggalek yang sudah lulus PPG (Program Profesi Guru) yang memiliki Serdik (sertifikat pendidik) bisa berlega hati.
Pasalnya sertifikat pendidik tersebut menjadi syarat utama dan prioritas dalam proses rekrutmen guru ke depan, terutama untuk rekrutmen guru dalam formasi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sukarudin Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek mengatakan, hal ini
sebagai langkah untuk mengisi kekurangan guru, hal tersebut disampaikan setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) .
Masih menurut Sukarudin pihaknya telah menyampaikan kepada kementerian, agar guru yang telah mengikuti PPG Prajabatan mendapatkan prioritas utama, karena telah memiliki kompetensi dan sertifikat profesi resmi sebagai pendidik.
“Intinya kami minta agar 432 peserta calon guru dari PPG Prajabatan ini menjadi prioritas saat ada rekrutmen guru, terutama dalam seleksi PPPK.
Lebih lanjut politikus senior dari PKB itu kebutuhan guru di Trenggalek masih cukup besar, mencapai sekitar 1.114 orang, angka tersebut belum ditambah rencana guru yang purna tugas.
Selain itu banyak lulusan PPG Prajabatan belum bisa direkrut secara resmi, sehingga mereka hanya berstatus relawan di sekolah.
“Di satu sisi kita kekurangan guru, tapi di sisi lain ada aturan yang tidak membolehkan pengangkatan honorer baru. Akhirnya anak-anak PPG Prajabatan ini statusnya relawan,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut membuat banyak kepala sekolah berada dalam posisi dilematis. Mereka membutuhkan tenaga pendidik, namun terbentur aturan yang melarang penerimaan honorer baru.
“Kalau tidak ada guru, anak-anak kita bisa tidak belajar. Maka banyak sekolah menerima relawan karena kebutuhan mendesak. Tapi kepala sekolah juga bisa disalahkan karena melanggar aturan,” jelasnya.
Ditambahkan Komisi IV bersama Sekda, BKD, dan Dinas Pendidikan Trenggalek telah menyampaikan berbagai permasalahan ini kepada Kemendikbudristek, agar segera dicarikan solusi.
Salah satunya dengan meminta Kementerian PAN-RB menambah kuota rekrutmen guru di Trenggalek sesuai kebutuhan yang ada.” tutupnya.


















