banner 728x250

RSUD Trenggalek Perluas Layanan Cuci Darah 11 Pasien Berhasil Pulih

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, ST. Triadi Admono hadir dalam peresmian gedung baru Layanan Dialisis

Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • RSUD dr. Soedomo Trenggalek meresmikan gedung baru Layanan Dialisis dengan menambah kapasitas mesin cuci darah dari 14 menjadi 31 unit, Senin (5/10).
  • Penambahan fasilitas ini bertujuan memangkas antrean dan memfasilitasi 145 pasien daftar tunggu agar tak perlu lagi berobat ke luar daerah.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM — Komitmen dalam meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan masyarakat terus diperkuat oleh RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek tersebut secara resmi mengoperasikan gedung baru Layanan Dialisis untuk mengoptimalkan penanganan pasien yang membutuhkan terapi hemodialisis (cuci darah), Senin (5/10).

​Pengembangan ini ditandai dengan peningkatan kapasitas sarana dan prasarana yang signifikan.

Jumlah mesin cuci darah dinaikkan lebih dari dua kali lipat, dari yang sebelumnya 14 unit menjadi 31 unit.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas antrean panjang sekaligus menyerap 145 pasien waiting list (daftar tunggu) asal Trenggalek yang selama ini harus merujuk ke luar daerah.

Dengan beroperasinya gedung baru, pasien kini dapat mengakses layanan di daerah sendiri sehingga menekan beban biaya operasional dan transportasi keluarga.

​Peresmian gedung baru tersebut dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, ST. Triadi Admono.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya perluasan fasilitas ini guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan hemodialisis.

​”Ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Trenggalek dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Saat ini, layanan dialisis kita melayani 78 pasien hemodialisis reguler aktif, sementara ada 145 pasien yang masuk dalam daftar tunggu.

Hal ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan hemodialisis sangat tinggi,” ujar Triadi.

​Lebih lanjut, Pj. Sekda menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim medis atas pencapaian klinis yang berorientasi pada pemulihan pasien.

“Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Yang luar biasa, terdapat 11 pasien yang dinyatakan dapat menghentikan terapi hemodialisis setelah fungsi ginjalnya mengalami perbaikan.

Ini membuktikan bahwa layanan yang diberikan berorientasi pada pemulihan dan peningkatan kualitas hidup pasien, bukan sekadar tindakan medis belaka,” imbuhnya.

​Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Saeroni, menjelaskan bahwa penambahan fasilitas ini telah melalui analisis kebutuhan layanan yang matang.

Terapi gagal ginjal memerlukan penanganan berkelanjutan secara teratur, umumnya dua kali dalam seminggu. Keterbatasan kapasitas pada gedung lama sebelumnya memicu timbulnya antrean panjang.

​”Pengembangan ini bertujuan mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat Trenggalek yang terpaksa berobat ke rumah sakit di luar daerah akibat keterbatasan ruang lama.

Dengan gedung baru dan kapasitas mesin yang melimpah, kami berharap seluruh pasien dapat terlayani secara optimal di daerahnya sendiri,” tegas dr. Saeroni.

​Dokter Spesialis Penyakit Dalam bersertifikat dialisis RSUD dr. Soedomo, dr. Agus Dahana, Sp.PD., FINASIM., FISQUA., merinci alokasi operasional 31 mesin di gedung baru tersebut.

Dari total armada baru, sebanyak 28 mesin diperuntukkan bagi layanan reguler, 1 mesin untuk isolasi airborne, 1 mesin khusus pasien Hepatitis B, dan 1 mesin disiagakan sebagai cadangan (backup).

​Dari sisi sumber daya manusia, fasilitas ini didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan bersertifikat di bidang dialisis, meliputi:

  • ​2 Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bersertifikat Dialisis: dr. Agus Dahana, Sp.PD., FINASIM., FISQUA. dan dr. A. Dedi Rusmanto, Sp.PD., FINASIM.
  • ​1 Dokter Umum Bersertifikat Dialisis: dr. Endri Sulistiyani.
  • ​Tim Keperawatan: 25 perawat mahir terintegrasi bersertifikat dialisis dan 1 perawat yang sedang dalam tahap pelatihan.

​Prestasi unit hemodialisis RSUD dr. Soedomo juga tercatat gemilang di tingkat nasional, salah satunya dengan meraih juara pada ajang lomba edukasi perawat dialisis tingkat nasional tahun 2023.

​Momen peresmian turut diwarnai kesaksian emosional dari Rusnawati (67), salah satu pasien gagal ginjal yang berhasil pulih dan tidak lagi bergantung pada mesin cuci darah.

Dalam sesi audiensi bersama Pj. Sekda, ia membagikan kunci pemulihannya.

​”Yang terpenting adalah disiplin mengikuti seluruh arahan dokter dan mau menjalani ‘tarak’ (pantang), yaitu disiplin menghindari makanan-makanan yang dilarang,” tutur Rusnawati memberikan motivasi bagi para pasien lainnya.

​Melalui peresmian gedung baru ini, RSUD dr. Soedomo Trenggalek optimistis dapat memberikan pelayanan kesehatan berkelanjutan yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *