banner 728x250

Khofifah Pimpin Hari Santri Jatim 2026 di Pacitan Santri Harus Kuasai IT!

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Dok. Prokopim / Gubernur Khofifah Pimpin upacara Hari Santri tingkat Provinsi Jatim 2026.

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jatim 2026 di Pondok Tremas, Pacitan, Kamis (22/10).
  • ​Mengusung pesan “Santri yang hebat bukan yang tinggi ilmunya, tapi yang luas manfaatnya”, beliau berpesan agar santri masa kini terus berjuang melalui penguasaan ilmu, teknologi, dan inovasi demi menjaga persatuan bangsa.

​PACITAN MAKNAJATIM — Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti Perguruan Islam Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Ribuan santri dari berbagai penjuru, jajaran TNI-Polri, hingga organisasi masyarakat (ormas) tumpah ruah memadati lokasi dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, Kamis (22/10).

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir memimpin langsung jalannya upacara sakral tersebut.

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur ini disambut hangat oleh Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, KH. Luqman Haris Dimyati, bersama para masyayikh, serta didampingi langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta istri dan jajaran Forkopimda.

​ Kehormatan khusus diberikan kepada KH. Luqman Haris Dimyati untuk membacakan sejarah singkat Hari Santri, yang mengingatkan kembali para peserta upacara pada peristiwa heroik para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

​Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa lahirnya Hari Santri bukan sekadar seremonial belaka.

Momen ini merupakan bukti nyata bahwa pesantren memiliki sejarah panjang sebagai benteng patriotisme, pusat perjuangan, sekaligus wadah penanaman rasa cinta tanah air yang kuat.

​”Santri yang hebat bukan yang tinggi ilmunya, tapi yang luas manfaatnya,” pesan Gubernur Khofifah di hadapan ribuan peserta upacara.
​
​Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini berpesan agar api perjuangan kaum santri saat ini bertransformasi sesuai tantangan zaman.

Jika dulu perjuangan dibuktikan dengan bambu runcing dan taktik pergerakan, kini para santri dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi (IT), serta inovasi tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keagamaan.

​Ia menitipkan tiga pesan utama bagi generasi santri masa kini agar senantiasa menjadi insan yang:

  • ​Unggul dan beradab (menjunjung tinggi etika dan moral).
  • ​Mandiri dan kreatif (siap menghadapi dinamika zaman).
  • ​Menjaga persatuan dan cinta tanah air (menjadi garda terdepan keutuhan bangsa).

​Usai memimpin upacara dan menyapa ribuan peserta di Pondok Tremas, Gubernur Khofifah bersama rombongan tidak langsung beranjak.

Agenda kegiatan dilanjutkan menuju Pendopo Kabupaten Pacitan untuk melaksanakan kegiatan Sapa Bansos serta bakti sosial sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat sekitar.

​Peringatan Hari Santri 2026 di Pacitan ini pun meninggalkan kesan mendalam—menegaskan kembali bahwa santri adalah pilar penting kemajuan bangsa yang siap membawa Jawa Timur makin gemilang.

​Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *