banner 728x250

Jaga “Amazon Indonesia”, Pacitan Gelar Ritual Puja Toyo di Sungai Maron

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono hadir dalam ritual “Puja Toyo” hingga Tebar Benih Sidat Jamu “Amazon Indonesia” di Pacitan

 

banner 325x300

 

Ringkasan Berita:

  • Puncak Peringatan Hari Sungai Sedunia sekaligus HUT ke-31 PT PLN Nusantara Power digelar di Sungai Maron (“Amazon-nya Indonesia”), Pacitan, Rabu (30/9).
  • Acara diisi dengan prosesi Puja Toyo, pelepasan benih sidat, dan penanaman pohon sebagai upaya menjaga konservasi air, ekosistem hulu-hilir, serta keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat.

PACITAN MAKNAJATIM — Gemercik air jernih berwarna kebiruan yang membelah rimbunnya pohon kelapa dan tebing karsa megah menjadi saksi bisu kemeriahan Puncak Peringatan Hari Sungai Sedunia di Sungai Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku.

Destinasi yang tersohor dengan julukan “Amazon-nya Indonesia” ini menjadi pusat perhatian lewat serangkaian aksi nyata kelestarian alam: prosesi sakral Puja Toyo, pelepasan benih sidat, hingga penanaman pohon.

​Agenda bernuansa ekologis ini dihadiri langsung oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Tulus Laksono; Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji; serta Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.

​Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat krusial akan vitalnya peran air bagi keberlangsungan hidup manusia.

Menjaga ekosistem dari hulu ke hilir dinilai sebagai benteng utama pertahanan alam yang tak bisa ditawar.

​“Seperti Sungai Maron ini, dengan rencana sehebat apa pun, kalau airnya tidak ada, semuanya tidak akan bisa berjalan,” tegas Tulus Laksono saat memberikan arahan, Rabu (30/9).

​Keberhasilan Sungai Maron bertransformasi dari sekadar aliran air menjadi destinasi wisata unggulan berskala nasional diakui Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, sebagai berkah besar bagi ekonomi warga lokal.

Namun, ia mengingatkan bahwa berkah tersebut menuntut tanggung jawab moral untuk merawat alam tempat bergantung.

​“Sungai itu sederhana, dikatakan sungai karena ada aliran airnya. Air ada karena vegetasi di sekitarnya terjaga.

Mari bersama-sama merawat hutan demi kelestarian sungai kita,” imbau Bupati yang akrab disapa Mas Aji tersebut.

​Peringatan Hari Sungai Sedunia di lokasi ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-31 PT PLN Nusantara Power yang mengusung tema besar “Energi Untuk Sungai”.

Sebagai objek wisata binaan, Sungai Maron menjadi contoh konkret bagaimana konservasi lingkungan bisa berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

​“Langkah ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kelestarian ekosistem sungai, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat sekitar,” tutur Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *