banner 728x250

Misi Novita Hardini di 157 Desa Trenggalek

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Dok. Prokopim / Novita Hardini targetkan 157 desa kreatif.

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • Novita Hardini targetkan 157 Desa Kreatif untuk jadikan kreativitas motor penggerak baru ekonomi Trenggalek.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM  — Di sela-sela kesibukannya menjalankan amanah sebagai Anggota Komisi VII DPR-RI, Novita Hardini kembali menunjukkan kepedulian mendalam bagi tanah kelahirannya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek ini mengusung misi besar:
mengaktifkan 157 Desa Kreatif di seluruh penjuru Kabupaten Trenggalek,  guna menjadikan kreativitas sebagai motor penggerak baru perekonomian daerah.

​Langkah strategis ini disampaikannya di hadapan para Kader PKK saat menggelar pertemuan di Anjungan Cerdas, Bendungan Tugu.

Menurut perempuan yang juga dikenal sebagai Founder UPRINTIS Indonesia ini, Trenggalek sebenarnya memiliki kekayaan komplit:

potensi alam yang luar biasa serta talenta unggul yang tersebar dari usia anak-anak, muda, hingga senja.

​Namun, potensi besar tersebut dinilai masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi secara maksimal.

​Menutup Celah Ekonomi Desa Wisata
​Selama ini, Kabupaten Trenggalek dikenal memiliki banyak desa wisata yang gaungnya telah menembus kancah nasional hingga internasional.

Kendati demikian, Master of Economic UIN SATU Tulungagung ini menyoroti sebuah ironi:

promosi pariwisata yang megah seringkali belum berdampak secara merata terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya.

​”Kurang apa desa wisata itu digaungkan ke tingkat nasional, bahkan sampai ke tingkat global?

Tapi apakah dengan advertising yang begitu menggelegar di tingkat dunia, berdampak ekonomi yang nyata terhadap masyarakat di sekitarnya?” ujar Novita kritis.

​Ia menegaskan, masyarakat di sekitar destinasi wisata tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Mereka harus didorong menjadi pelopor perubahan melalui kehadiran ekosistem Desa Kreatif yang terintegrasi.

​Integrasi Ekonomi Kreatif Masuk Sekolah hingga Ubah Perspektif Hobi Anak.

​Guna membangun fondasi jangka panjang, Novita memproyeksikan agar pendidikan ekonomi kreatif dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Lebih lanjut Novita menyampaikan   anak-anak muda Trenggalek perlu dibekali skill masa depan seperti:

  • ​Menjadi content creator
  • Pelatihan kuliner/koki (cooking class)
  • Perfilman dan fotografi
  • ​Serta bidang ekonomi kreatif lainnya.

​Menariknya, sebagai seorang ibu, Novita juga mengajak para orang tua untuk mengubah sudut pandang terhadap hobi anak.

Ia berpesan agar orang tua tidak lekas berprasangka buruk pada anak yang hobi bermain game.

Asalkan didampingi dan diarahkan dengan tepat, hobi tersebut justru dapat bertransformasi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

​Novita menyadari bahwa tantangan ekonomi saat ini menuntut masyarakat untuk lebih adaptif.

Pola pikir lama bahwa kesuksesan hanya diukur dari profesi PNS atau pelaku UMKM konvensional sudah saatnya diperluas.

​“Karena pasti kita semua itu hampir tertidur. Profesi itu tidak hanya menjadi PNS atau pelaku UMKM saja.

Banyak sekali profesi yang bisa menghidupi perekonomian keluarga di tengah situasi ekonomi yang sulit,” ungkapnya.

​Dengan mengandalkan modal alam yang indah, talenta manusia yang melimpah, serta gerakan terintegrasi di 157 desa, Novita optimistis masalah klasik seperti kebocoran ekonomi, angka kemiskinan, dan sempitnya lapangan pekerjaan dapat diatasi secara bertahap.

​“Harapan satu-satunya saya, sentuhan kreatif ini menjadi The New Engine Economic World. Modalnya sudah ada, talentanya ada, alamnya ada. Tinggal kita gerakkan bersama untuk roda ekonomi kreatif,” pungkasnya penuh semangat.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *