Foto: Dok. Prokopim / Novita Hardini menyerahkan bantuan 36 unit mesin pencacah limbah kepada kelompok-kelompok tani.
Ringkasan Berita:
- Novita Hardini Anggota Komisi VII DPR RI menyalurkan 36 unit mesin pencacah limbah kepada kelompok tani di Dompyong.
- Bantuan ini bertujuan untuk mengolah limbah rumah tangga dan dapur menjadi pupuk organik guna menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas hasil pertanian, serta memberikan nilai ekonomis bagi petani.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Langkah nyata dalam mendukung kemandirian petani dan menjaga kelestarian lingkungan kembali digelorakan.
Melalui pemanfaatan limbah rumah tangga dan dapur, sampah kini disulap menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang siap mengembalikan kesuburan unsur hara tanah pertanian.
Komitmen tersebut diwujudkan secara langsung lewat penyerahan bantuan 36 unit mesin pencacah limbah kepada kelompok-kelompok tani.
Penyerahan bantuan ini dipusatkan di kawasan wisata Lumber Camp, Desa Dompyong.
Dalam keterangannya, anggota Komisi VII DPR RI tersebut menjelaskan bahwa penggunaan pupuk organik terbukti jauh lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hasil panen, baik untuk tanaman padi, buah-buahan, maupun komoditas hortikultura lainnya.
”Hari ini kami juga berkesempatan menyerahkan bantuan mesin pencacah limbah, sebagai bentuk komitmen saya mendukung kelompok-kelompok tani ini agar memanfaatkan pupuk organik untuk menyuburkan seluruh lahan-lahan pertaniannya,” ujarnya di lokasi acara.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kesuburan tanah, tetapi juga memberikan dampak positif ganda bagi masyarakat.
Sampah yang selama ini menjadi persoalan—baik dari limbah makanan rumah tangga maupun dapur-dapur SPPG—kini dapat diolah kembali secara produktif.
Pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki struktur dan mengembalikan unsur hara tanah secara alami.
Pengolahan limbah menjadi pupuk tidak hanya menyuburkan tanaman, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para petani.
Mengurangi volume sampah rumah tangga melalui pemanfaatan yang berkelanjutan (zero waste).
Harapan untuk Kelompok Tani
Dengan diserahkannya puluhan mesin pencacah ini, para petani diharapkan semakin mandiri dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia subsidi.
”Hari ini saya menyerahkan 36 mesin pencacah. Semoga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani yang menggunakan sampah-sampah ini menjadi pupuk organik,” pungkasnya.
Editor: Tatang.D


















