banner 728x250

Api Sumpah Pemuda Membara di Trenggalek!

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Dok.Prokopim / Suarakan Semangat Maju Tanpa Hilangkan Kemanusiaan di Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Ringkasan  Berita:

banner 325x300
  • Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Setda Trenggalek, Selasa (28/10), membakar semangat generasi muda
  • Pj Sekda Trenggalek, ST. Triadi Admono, menegaskan bahwa kemajuan sejati lahir dari manusia yang patriotik, gigih, dan berempati.
  • ​“Jadikan setiap karya sebagai bukti cinta kepada Indonesia!” serunya penuh semangat.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM — Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek bergemuruh penuh semangat pada Selasa (28/10).

Di bawah langit Trenggalek, jajaran Pemkab Trenggalek khidmat menggelar upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

​Sembilan puluh delapan tahun silam, sebuah janji suci diikrarkan oleh para pemuda nusantara—sebuah sumpah sakral yang merajut ribuan perbedaan menjadi satu tekad kokoh: Indonesia.

Hari ini, api semangat itu kembali disulut agar mendarah daging, bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan energi penggerak masa depan bangsa.

​Dalam amanatnya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, ST. Triadi Admono, memantik kesadaran seluruh peserta upacara bahwa esensi pembangunan bukanlah sekadar fisik yang megah.

​”Semangat kita adalah membangun Indonesia yang maju. Tapi ingat, kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah.

Kemajuan sejati itu dimulai dari manusia, dari karakter!” seru Triadi penuh penekanan.

​Mantan Kasatpol PP Kebakaran itu juga menegaskan bahwa fondasi bangsa yang kuat berakar dari hati yang tulus mencintai tanah air, jiwa pantang menyerah, serta kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

Tugas besar hari ini adalah melahirkan generasi masa depan yang memegang teguh tiga pilar utama: Patriotik, Gigih, dan Berempati.

​Tiga Pilar Pemuda untuk Indonesia: Patriotik, Gigih, dan Berempati.

​Menjabarkan tema peringatan tahun ini, “PATRIOTIK, GIGIH, BEREMPATI: PEMUDA UNTUK INDONESIA”, Pria yang juga menjabat sebagai Kalaksa BPBD Trenggalek ini menguraikan makna mendalam dari setiap nilai tersebut:

  • ​Patriotik: Mencintai Indonesia bukan sekadar lewat slogan atau kata-kata manis, melainkan dibuktikan melalui pengabdian dan tindakan nyata di lapangan.
  • ​Gigih: Mental baja yang tidak runtuh saat diterpa kesulitan, tidak ciut saat menghadapi kegagalan, dan terus berjuang hingga titik darah penghabisan demi memberikan yang terbaik bagi bangsa.
  • ​Berempati: Jiwa sosial yang peka—tidak hanya memikirkan kesuksesan diri sendiri, tetapi juga merasakan beban sesama dan siap mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

​“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya.

Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.

​Mengakhiri amanatnya, Pj Sekda Trenggalek melontarkan pesan yang membakar semangat para pemuda untuk berani mengambil peran.

Ia berpesan agar generasi muda tidak pernah takut untuk bermimpi besar, tentu saja yang diimbangi dengan kerja keras dan kelembutan hati.

​“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani.

Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya.

Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita yang tuntas kepada Indonesia!” pungkasnya penuh semangat.

Editor: Tatang.D
​

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *