banner 728x250

Ketuk Pintu Warga, 1.319 Petugas Sensus Siap Potret Ekonomi Ponorogo

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita melepas 1.319 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026

Ringkasan Berita:

banner 325x300
  • Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, resmi melepas 1.319 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Agung Ponorogo (19/6/2026).
  • ​ Sensus berlangsung selama 67 hari, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, menyasar rumah warga serta berbagai skala sektor usaha (door-to-door)
  • ​ Menghasilkan basis data ekonomi yang akurat sebagai fondasi kebijakan dan arah pembangunan Ponorogo ke depan.

PONOROGO MAKNAJATIM – Langkah besar menuju penyusunan basis data ekonomi yang akurat dan berkualitas di Kabupaten Ponorogo resmi dimulai.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, secara resmi melepas 1.319 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten di Pendopo Agung Ponorogo, Jumat (19/6/2026).

​Selama 67 hari, terhitung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, para petugas akan dikerahkan untuk mengumpulkan data ekonomi secara door-to-door ke rumah warga serta berbagai sektor usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar.

​Dalam sambutannya, Plt. Bupati Bunda Lisdyarita menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanah besar yang krusial untuk merekam kondisi riil perekonomian masyarakat.

Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

​Mengingat pentingnya agenda ini, ia berpesan agar seluruh petugas menjalankan amanah dengan dedikasi, integritas, dan disiplin tinggi, tanpa melupakan aspek ramah tamah demi kenyamanan masyarakat.

​“Harus disiplin, berintegritas, dan jangan lupa senyum. Ingatlah data yang kalian hasilkan akan menentukan arah pembangunan Ponorogo ke depan,” ujar Bunda Lisdyarita menekankan.

​Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk menyambut para petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang sejujur-jujurnya.

Sinergi dan kolaborasi juga diharapkan datang dari jajaran ASN, Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT dan RW untuk mengawal kesuksesan sensus di wilayah masing-masing.

​“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting mewujudkan Ponorogo yang kreatif, berdaya saing, dan semakin hebat,” tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo, Evy Tri Susanti, menjelaskan bahwa pengumpulan data di lapangan akan menyesuaikan kondisi dan situasi responden melalui tiga metode utama:

​CAWI (Computer-Assisted Web Interviewing): Pengisian data secara mandiri oleh responden melalui laman web resmi BPS.

​CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing): Wawancara langsung secara tatap muka menggunakan perangkat digital.

​PAPI (Paper and Pencil Interviewing): Wawancara konvensional menggunakan kuesioner cetak berbasis kertas.

​BPS Ponorogo mematok target pengumpulan data sebanyak 939.158 item informasi yang tersebar di 7.678 RT dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan.

Untuk mencapai target tersebut, ritme kerja petugas telah dihitung secara presisi.

​“Rata-rata muatan target per petugas itu 807,53 item sampai Agustus 2026 atau sekitar 7-8 RT per petugas.

Dengan demikian, setiap harinya petugas ditargetkan dapat menghimpun data dari 12 Kepala Keluarga (KK) atau tempat usaha,” urai Evy.

​Menutup keterangannya, Evy mengimbau masyarakat agar tidak ragu maupun khawatir dalam memberikan informasi ekonomi mereka.

Ia menjamin seluruh petugas telah dibekali pelatihan khusus untuk bekerja secara profesional dan menjaga kerahasiaan data responden.

​“Seluruh kegiatan pendataan BPS ini memiliki jaminan kerahasiaan data yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan kami harap dapat menjawab pertanyaan dengan jujur,” pungkasnya.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *