banner 728x250

Dukung Deep Learning, Sekda Trenggalek Ajak ASN Ubah Mindset Pendidikan

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026)

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek tampil berbeda dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026).

banner 325x300

Dengan kekompakan mengenakan pakaian adat nasional, para abdi negara ini memadati halaman parkir kantor Sekretariat Daerah untuk mengikuti khidmatnya prosesi upacara.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan kembali spirit pendidikan nasional.

​Dalam amanatnya, Edy menekankan bahwa hakikat pendidikan adalah proses tulus yang berlandaskan kasih sayang. Menurutnya, pendidikan harus mampu menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

​”Inti proses pendidikan adalah memuliakan.
Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, telah meletakkan dasar nilai dengan Sistem Among, yang meliputi Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan),” ujar Sekda yang dikenal gemar berolahraga bola tersebut.

​Ia menambahkan bahwa tujuan akhir dari pendidikan adalah membangun peradaban bangsa melalui insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, serta memiliki kepribadian yang tangguh.

​Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul demi mewujudkan Indonesia maju dan bermartabat.

​Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai mengimplementasikan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam).

Program prioritas ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan langsung dari akar masalahnya, yakni di dalam kelas.

​Menutup arahannya, Edy Soepriyanto mengingatkan bahwa kebijakan peningkatan mutu pendidikan, termasuk Deep Learning, tidak akan membuahkan hasil nyata tanpa didukung oleh tiga pilar utama yang ia sebut sebagai 3M:

​Mindset: Pola pikir yang maju dan terbuka terhadap perubahan.

​Mental: Kekuatan karakter dalam menghadapi tantangan pendidikan.

​Misi: Meluruskan niat pengabdian agar tidak terjebak pada formalitas.

​”Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai program formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif.

Jika hendak memajukan bangsa, perbaikilah pendidikan mulai dari dalam kelas.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *