banner 728x250

Aman, Sehat, Rapi! Trenggalek Sulap Destinasi Wisata Standar Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Plt. Kepala Disparbud Trenggalek Toni Widianto siap menyambut lonjakan wisatawan libur Lebaran 1447 H. 2026

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek resmi melakukan langkah proaktif dengan menata ulang tata kelola destinasi wisata di seluruh wilayah Trenggalek.

banner 325x300

Upaya ini dilakukan guna menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Lebaran 1447 H, sekaligus memastikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.

​Plt. Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, menegaskan bahwa persiapan mencakup peningkatan kualitas sarana prasarana (sarpras), peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pemasangan papan informasi edukatif.

​”Kami bergerak sesuai instruksi Kementerian Pariwisata dan Gubernur Jawa Timur. Fokus utama kami adalah memastikan setiap destinasi siap memberikan pelayanan prima saat ‘serbuan’ pengunjung nanti,” ujar Toni, Senin (16/03).

​Dalam persiapannya, Disparbud Trenggalek juga mengintegrasikan pengelolaan wisata dengan program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Kebersihan lingkungan di area wisata menjadi target utama yang wajib dipenuhi oleh seluruh pengelola.

​Melalui agenda “Rembug Wisata”, para pengelola destinasi telah dibekali edukasi mengenai penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat, meliputi:

​Transparansi dan kemudahan akses bagi pengunjung.

​Pengecekan berkala pada fasilitas wahana dan area berisiko.

​Ketersediaan petugas medis di titik-titik strategis wisata.

​Mengingat topografi Trenggalek yang beragam, Toni Widianto juga memberikan catatan khusus terkait aksesibilitas. Ia mengimbau para wisatawan, khususnya yang datang dari luar daerah, untuk lebih waspada terhadap rute perjalanan.

​ Beberapa titik menuju destinasi wisata memiliki medan yang menantang dan kondisi jalan yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

​Wisatawan diharapkan tidak terpaku sepenuhnya pada Google Maps tanpa mempertimbangkan kelayakan kendaraan.

​Pengunjung diingatkan untuk melakukan pengecekan rem secara maksimal sebelum memulai perjalanan.

​Guna menjamin keamanan total, Disparbud berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian dalam mendukung Operasi Ketupat 2026.

Penempatan petugas keamanan dan rambu-rambu petunjuk arah yang jelas di titik rawan diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan.

​”Kami ingin wisatawan pulang membawa kenangan indah, bukan masalah. Oleh karena itu, pengecekan sarpras dan kesiapan petugas kesehatan di lapangan sudah kami pastikan siap memberikan yang terbaik.

Editor : Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *