banner 728x250

Trimo Dwi Cahyono Meradang! Rahasia di Balik Hilangnya 22 Unit Showcase Terbongkar.

banner 120x600
banner 468x60

Foto : Boby / Trimo Dwi Cahyono Ketua Relawan Suket Teki Trenggalek saat wawancara dengan awak media

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Suasana di sekretariat Relawan Suket Teki sekaligus Paguyuban Tosan Aji Parikesit mendadak memanas.

banner 325x300

Trimo Dwi Cahyono, sosok sentral di balik gerakan relawan tersebut, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas insiden “pengosongan” kantornya yang dinilai tidak beretika dan penuh kejanggalan pada Kamis, 2 April 2026.

​Sebanyak 26 unit Showcase yang awalnya tersimpan rapi, kini hanya tersisa 4 buah. Ironisnya, proses pengambilan barang-barang tersebut dilakukan tanpa seizin empunya tempat dan diduga sarat akan miskomunikasi atau bahkan manipulasi informasi.

​Kejadian bermula saat Trimo didatangi oleh Agus Tio (Ketua Kadang Dekat) di sebuah warung kopi depan SMK 1 Trenggalek.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Tio menyampaikan rencana pemindahan Showcase ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

​”Saya jawab tidak apa-apa, tapi saya minta tolong koordinasi dengan teman-teman yang lain.

Pak Tio bilang sudah komunikasi dengan Pak Sawaji (Ketua Kegiatan Kirab Budaya Keris UNESCO),” yang sekarang sudah dibubarkan, “terang Trimo dengan nada kecewa.

Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan rencana semula.

​Sekitar pukul 17.30 WIB, saat Trimo kembali ke kantornya, ia terkejut melihat ruangan sudah hampir kosong melompong. Sisa 4 unit yang tertinggal pun langsung diangkut oleh Imam Basyori (Abbas) menggunakan mobil pick-up tepat di depan mata Trimo.

​Ketegangan sempat terjadi saat Trimo mempertanyakan prosedur pengambilan barang tersebut.

​”Saya tanya, mau ambil kok tidak izin saya? Padahal saya Ketua Relawan dan ini kantor saya! Dia jawab sudah dapat izin dari saya melalui Pak Tio.

Lalu saat ditanya mau dibawa ke mana, jawabannya bikin kaget: ‘Dibawa ke rumah saya’,” ungkap Trimo menirukan ucapan Abbas.

​Trimo menyayangkan tindakan tersebut karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Jika alasannya adalah dibawa ke dinas (PMD), mengapa barang-barang tersebut justru mendarat di rumah pribadi Imam Basyori atas petunjuk Pak Sawaji?

​”Ini yang membuat saya sangat kecewa. Katanya mau dipindah ke PMD, tapi malah ke rumah pribadi.

Saat mengambil pun tidak ada orang sama sekali di kantor. Saya kira ambilnya hari ini (3 April) setelah konfirmasi dengan teman-teman Paguyuban Parikesit,” tegasnya.

​Trimo juga meragukan apakah pihak PMD benar-benar sudah dikonfirmasi mengenai kepindahan barang-barang tersebut.

“Apa PMD sudah siap menerima? Apa tempatnya sudah ada? Ini jadi tanda tanya besar,” tambahnya.

​Akibat insiden yang dinilai mencoreng rasa kekeluargaan dan etika organisasi ini, Gatot selaku Ketua Paguyuban Parikesit tidak tinggal diam.

Pihaknya dikabarkan langsung melayangkan somasi kepada Imam Basyori (Abbas) untuk mempertanggungjawabkan tindakan tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait termasuk Pak Sawaji dan Imam Basyori belum memberikan keterangan resmi tambahan mengenai alasan pemindahan barang ke kediaman pribadi tersebut.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat budaya dan relawan di Trenggalek.

Editor : Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *