banner 728x250

Kejar Target PAD 2027 Banggar DPRD Minta Sektor Pariwisata Putar Otak

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Maknajatim / Ketua Banggar Doding Rachmadi saat wawancara dengan awak media

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Banggar DPRD Trenggalek menyoroti kekurangan target PAD RAPBD 2027 sebesar Rp17 miliar (dari target Rp363 miliar menjadi Rp346 miliar setelah penyesuaian BPJS).
  • DPRD meminta Dinas Pariwisata mencari solusi kreatif—seperti menggelar event di Pantai Prigi—untuk menutupi potensi penurunan kunjungan wisata akibat proyek pembangunan di Pantai Pasir Putih pada tahun 2027.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat pendalaman Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 di Ruang Graha Paripurna DPRD Trenggalek, (5/11/2026).

Fokus utama pembahasan menyoroti strategi penggenjotan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah penyesuaian postur anggaran.

​Ketua Banggar DPRD Trenggalek, Doding Rachmadi, mengungkapkan bahwa proyeksi PAD dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk tahun 2027 sejatinya dipatok pada angka Rp400 miliar.

Namun, angka tersebut harus mengalami penyesuaian menyusul perpindahan alokasi anggaran BPJS ke rekening yang berbeda senilai Rp37 miliar.

​”Sesuai hitungan RPJMD setelah dikurangi perpindahan rekening BPJS sebesar Rp37 miliar, target kita berada di angka Rp363 miliar.

Sementara dalam draf RAPBD yang diajukan eksekutif, angka yang tertera saat ini masih Rp346 miliar.

Artinya, kita punya selisih atau PR (pekerjaan rumah) sekitar Rp17 miliar yang harus ditutup,” ujar Doding usai memimpin rapat.

​Untuk menambal kekurangan tersebut, Banggar memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan untuk menggali potensi maksimal yang bisa dimaksimalkan, mulai dari optimalisasi retribusi hingga pengelolaan sewa aset daerah.

​Salah satu sektor yang menjadi sorotan tajam dalam rapat tersebut adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Pasalnya, target retribusi pariwisata pada tahun 2027 dipatok sebesar Rp9,4 miliar.
​Kendati demikian, target ambisius ini dihadapkan pada kendala di lapangan.

Pada tahun 2027 mendatang, kawasan wisata unggulan Pantai Pasir Putih (Karanggongso) dijadwalkan akan mulai masuk tahap pembangunan fisik.

Proses konstruksi ini diprediksi bakal memakan waktu sekitar enam bulan dan berpotensi menekan tingkat kunjungan wisatawan secara temporer.

​”Tadi ada kalkulasi dari dinas terkait bahwa proses pembangunan di Pasir Putih akan memengaruhi kunjungan karena butuh waktu pengerjaan sekitar enam bulan.

Karena alasan itu, mereka sempat meminta ada rasionalisasi atau penurunan target,” jelas Doding.

​Meski memahami tantangan teknis di lapangan, Banggar tidak lantas meluluskan permintaan penurunan target begitu saja.

Pihaknya mendesak Dinas Pariwisata untuk melakukan penghitungan yang jauh lebih detail serta menyiapkan skenario mitigasi yang matang.

​Sebagai solusi alternatif agar roda perekonomian dan pendapatan sektor pariwisata tidak merosot tajam, Banggar menginstruksikan dinas pengampu untuk mengalihkan fokus strategi pemasaran dan menarik minat pelancong ke destinasi penyangga, salah satunya kawasan Pantai Prigi.

​”Kami meminta ada solusi taktis agar penurunan kunjungan bisa ditekan sekecil mungkin.

Caranya dengan menggenjot daya tarik Pantai Prigi melalui penyelenggaraan berbagai event pariwisata yang masif, seperti lomba balap perahu (powerboat/perahu hias) dan agenda budaya lainnya,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

​Dengan sisa waktu pembahasan yang ada, DPRD Trenggalek berharap eksekutif mampu menyusun kalkulasi riil dan inovasi program yang tepat sasaran, sehingga target PAD Rp17 miliar dapat tertutupi tanpa harus mengorbankan geliat sektor pariwisata daerah.

Editor: Tatang. D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *