Foto: Dok .Polres / hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu pohon tumbang di jalur utama dan kerusakan infrastruktur
Ringkasan Berita:
- Hujan deras di Trenggalek memicu pohon tumbang di jalur utama, jembatan rusak, serta longsor yang merusak rumah warga.
- Berkat kesigapan petugas gabungan, jalur utama yang sempat tertutup kini sudah normal kembali, dan warga diimbau tetap waspada menghadapi musim hujan.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Kabupaten Trenggalek dilanda serangkaian bencana hidrometeorologi menyusul guyuran hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini memicu pohon tumbang di jalur utama, kerusakan infrastruktur jembatan, hingga tanah longsor yang merusak rumah warga.
Berdasarkan laporan pihak kepolisian, insiden pohon tumbang salah satunya terjadi di Jalan Raya Trenggalek-Tulungagung, tepatnya di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan.
Pohon trembesi berukuran besar roboh melintang ke badan jalan, menimpa kabel PLN, serta mengenai seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas.
Berdasarkan informasi awal, korban dilaporkan mengalami luka ringan.
Peristiwa serupa juga melumpuhkan jalur vital di Jalan Raya Panggul-Dongko, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul.
Tiga pohon sekaligus—yakni pohon akasia setinggi 15 meter, pohon juar setinggi 12 meter, dan pohon pinus setinggi 10 meter—roboh secara bersamaan dan menutup total seluruh badan jalan.
Respons Cepat Petugas Gabungan
Menanggapi situasi darurat ini, jajaran Polres Trenggalek bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tiga pilar kecamatan, serta para stakeholder terkait bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, melalui Kasihumas AKP Katik menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara sigap mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur nasional dan penghubung utama lintas kecamatan serta antar-kabupaten.
”Kedua jalur tersebut merupakan jalan nasional, penghubung utama lintas kecamatan dan kabupaten sehingga penanganan harus cepat agar mobilitas masyarakat tidak sampai terganggu.
Saat ini sudah dibuka dan bisa dilalui seperti biasa,” jelas AKP Katik, Senin (2/11).
Selain pohon tumbang, cuaca ekstrem di Trenggalek juga menimbulkan sejumlah kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah:
- Pilar Jembatan Nayu Roboh: Arus deras Sungai Ngampo mengakibatkan pilar Jembatan Nayu di Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, mengalami kerusakan dan roboh.
- Pagar Sekolah Longsor: Pagar SDN 2 Pandean di Kecamatan Dongko sepanjang 7 meter dilaporkan longsor dan roboh pada dini hari.
- Rumah Warga Tertimpa Material Tebing: Tebing tanah di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, longsor dan menimpa rumah warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa, dinding dapur rumah yang berada tepat di samping tebing mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor.
Imbauan Kewaspadaan Dini
Memasuki musim penghujan, pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat Trenggalek untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama yang berkaitan dengan hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Masyarakat yang mengetahui adanya potensi atau kejadian bencana di lingkungan sekitar diminta untuk segera melapor.
”Jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, segera hubungi Bhabinkamtibmas setempat atau call center 110 agar segera mendapatkan penanganan,” pungkas AKP Katik.
Editor: Tatang.D


















