Foto: Dok / Prokopim / Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini.
Ringkasan Berita:
- Anggota DPR RI Novita Hardini menggandeng Kemenekraf untuk mengaktivasi desa kreatif di Trenggalek.
- Berkat perjuangannya, Trenggalek kini resmi menjadi Kabupaten Kreatif nasional, didukung kucuran infrastruktur Rp70–80 miliar serta target perluasan ekonomi kreatif hingga ke seluruh desa—mulai dari seni pertunjukan, musik, hingga gaming.
TRENGGALEK MAKNAJATIM — Terobosan baru kembali dihadirkan oleh Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini.
Dalam komitmennya membangun daerah pemilihan, politisi energik sekaligus Founder UPRINTIS Indonesia ini mendatangkan mitra kerjanya, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), langsung ke Kabupaten Trenggalek.
Langkah strategis ini dilakukan untuk membantu Trenggalek bertransformasi lewat cara-cara baru, salah satunya melalui aktivasi desa kreatif berbasis pengembangan ruang kreatif.
Saat ini, Kabupaten Trenggalek telah resmi ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) di bidang seni pertunjukan—sebuah pencapaian membanggakan yang merupakan hasil perjuangan nyata Novita di tingkat pusat.
Program unggulan Kemenekraf ini dirancang untuk menggali, mengembangkan, serta mewadahi potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah agar menjadi role model nasional.
Saat membuka kegiatan aktivasi desa kreatif di Jajar Gumregah, Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Rabu (28/10/2026), Novita menegaskan pentingnya melahirkan formula ekonomi yang adaptif dan out-of-the-box.
”Kita harus menemukan rumus baru perekonomian. Salah satunya adalah dengan pendekatan-pendekatan yang kreatif, apapun itu bidangnya,” ujar perempuan yang juga bergelar Master of Economic UIN SATU tersebut.
Menurutnya, kreativitas di segala sektor merupakan harga mati. Jika sebuah daerah berjalan tanpa inovasi, masyarakatlah yang akan dirugikan karena tidak mendapatkan hak ekonomi yang layak.
(Alhamdulillah di tahun pertama, bukan periode pertama, saya sebagai anggota DPR RI yang mewakili Dapil VII Jawa Timur, saya telah menetaskan legacy membawa Kabupaten Trenggalek terpilih menjadi Kabupaten Kota Kreatif Indonesia.
Ada banyak hal yang bisa kita kelola lagi kedepannya,” tutur Novita penuh semangat.
Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Novita tidak hanya hadir membawa angin segar pelatihan ekonomi kreatif bagi warga dan pelaku UMKM—khususnya dalam membangun desa wisata bernilai ekonomi tinggi—tetapi juga membawa bukti konkret kerja nyata.
Beberapa agenda penting yang direalisasikan meliputi:
Penyerahan Simbolis Infrastruktur: Pemasangan lampu penerangan jalan sebagai bentuk pertanggungjawaban program kerja kepada masyarakat dan pimpinan.
Pengawalan Anggaran Strategis: Berkat sinergi apik antara dirinya di DPR RI dan Bupati Trenggalek, usulan program pembangunan infrastruktur yang diajukan bupati berhasil dikawal hingga disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan nilai fantastis mencapai Rp70 hingga Rp80 miliar di tahun ini.
Fokus Permodalan UMKM: Sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) Permodalan, Novita berencana turun langsung menemui pelaku UMKM untuk mendengar dan menyuarakan isu-isu keuangan langsung ke pemerintah pusat.
Dorong 157 Desa Menjadi Desa Kreatif: Dari Seni Musik hingga Gaming.
Ke depan, Novita menargetkan ke-157 desa di Kabupaten Trenggalek dapat ikut mengaktifkan desa kreatif demi memicu efek domino pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput.
Meskipun Trenggalek secara resmi ditetapkan sebagai KaTa Kreatif di bidang seni pertunjukan, ia ingin cakupan subsektor diperluas hingga mencakup seni musik, seni peran, hingga industri gaming bagi anak muda.
”Bagi orang tua, gaming itu situasi yang sedikit menantang untuk membatasi anak.
Namun, ini juga menjadi peluang besar bagi anak karena ada ruang untuk mendapatkan sumber pendapatan, selama didukung dan dibina dengan baik,” jelasnya.
Melalui langkah progresif ini, Novita berharap ruang-ruang kreatif seperti seni musik, seni peran, hingga gaming bisa lahir dan hidup subur di setiap pelosok desa di Kabupaten Trenggalek.
Editor: Tatang.D


















