banner 728x250

Lautan Putih Al Khidmah Berdzikir, Resapi “Hambeging Bumi” di Hari Jadi Trenggalek

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Lautan Putih Jamaah Al Khidmah Padati Pendopo Trenggalek, Teladani Makna Filosofis “Hambeging Bumi”

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Ribuan jamaah Al Khidmah memutihkan Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha dalam Pengajian Akbar Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Sabtu (5/9/2026).
  • ​Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengapresiasi kehadiran jamaah dan mengajak masyarakat meneladani tema “Hambeging Bumi” (sifat bumi)—yaitu memberi tanpa pamrih, rendah hati, tidak mudah mengeluh, serta senantiasa menjaga alam agar membawa kebaikan bagi bersama.

TRENGGALEK MAKNAJATIM — Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha Trenggalek mendadak “memutih” pada Sabtu (5/9/2026).

Ribuan jamaah Al Khidmah dari berbagai penjuru berkumpul menghadiri Pengajian Akbar dan Dzikir Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek.

​Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekda Trenggalek ST. Triadi Admono, Asisten Administrasi Umum Sekda Trenggalek Edif Hayunan Siswanto, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, serta jajaran Forkopimda Trenggalek.

​Mewakili Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Pj. Sekda ST. Triadi Admono menyampaikan apresiasi tingginya atas konsistensi jamaah Al Khidmah yang selalu Manghayu Bagya memeriahkan peringatan hari jadi kabupaten melalui lantunan dzikir dan doa.

​Senada dengan hal tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto, menyoroti pesan mendalam di balik tema peringatan tahun ini, yaitu “Hambeging Bumi”.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani lakuning bumi (sifat dan watak bumi) dalam kehidupan sehari-hari.

​Memberi Tanpa Pamrih: Bumi senantiasa menyediakan air dan sumber daya bagi seluruh makhluk di atasnya tanpa membeda-bedakan derajat, pangkat, maupun jenis makhluk—baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

​Tidak Mudah Mengeluh: Bumi tidak pernah mengeluh atau saling menyalahkan, sebuah karakter yang patut ditiru dalam menjaga kerukunan sosial.

​Rendah Hati: Kendati memuat segalanya, bumi tetap tidak sombong.

Hal ini menjadi pengingat bahwa semua harta dan jabatan di dunia hanyalah titipan semata.

​”Melalui momentum Hari Jadi ke-832 ini, mari kita resapi watak bumi. Hidup bersahabat, berdampingan, dan menjaganya.

Sebab, ketika kita menjaga bumi, maka bumi juga akan memberikan kebaikannya kepada kita,” tutur mantan Camat Panggul tersebut.

​Pengajian akbar ini berlangsung khusyuk dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, serta kemajuan masyarakat Kabupaten Trenggalek ke depan.

Editor: Tatang.D

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *