banner 728x250

Presiden Resmi Operasikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk

banner 120x600
banner 468x60

Foto: / Bupati Trenggalek Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo

 

banner 325x300

Ringkasan Berita:

  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 KDKMP di Nganjuk, Jawa Timur (16/5/2026). Saat ini, 9.000 bangunan telah selesai dan ditargetkan mencapai 30.000 unit pada Agustus mendatang.
  • ​ KDKMP dilengkapi infrastruktur lengkap (gudang, armada logistik, sistem) untuk memangkas rantai distribusi.
  • Koperasi ini bertugas menyerap produk desa demi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyediakan kebutuhan murah (sembako, pupuk, obat), serta menyalurkan kredit murah dengan bunga dipangkas menjadi 8% (dari sebelumnya 24%).
  • ​ Dalam acara tersebut, Presiden juga mengapresiasi keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu 1 tahun (dari target awal 4 tahun) sebagai kunci menghadapi krisis global.

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

​Kehadiran kepala daerah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini membawa harapan besar agar KDKMP dapat berjalan beriringan dengan program strategis nasional demi mengamalkan Pasal 33 UUD 1945.

​”Semoga seperti yang diharapkan oleh Pak Prabowo. Ini bisa mengamalkan Pasal 33, di mana ekonomi Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut di sela-sela acara.

​Ia menambahkan bahwa KDKMP menjadi wadah optimal untuk memanfaatkan potensi lokal demi menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput.

“Jadi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bagaimana memanfaatkan kemampuan yang dipunyai oleh bangsa kita untuk menggerakkan ekonomi di tingkat desa atau kelurahan,” imbuhnya.

​Dalam peresmian tersebut, angka 1.061 dipilih dari total sekitar 1.300 KDKMP yang siap dioperasikan, karena jumlah digitnya jika dijumlahkan merujuk pada angka kesukaan Presiden Prabowo, yaitu angka 8.

​Presiden Prabowo memaparkan bahwa saat ini sudah ada 9.000 bangunan KDKMP yang selesai dibangun di seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 KDKMP akan diresmikan operasionalnya pada bulan Agustus mendatang.

​”Ini program bersejarah bagi bangsa kita. Kalau kita cari negara yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi itu tidak ada.

Apalagi secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, perangkatnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada—termasuk truk, pick-up, dan kendaraan roda tiga,” tegas Presiden ke-8 RI tersebut.

​KDKMP dirancang untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara menyerap langsung hasil produksi masyarakat desa. Dengan infrastruktur yang dimiliki, koperasi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang panjang.

​Selain menyediakan sembako bersubsidi, tabung gas, pupuk murah, obat murah, serta layanan logistik yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, KDKMP juga akan membuka gerai penyaluran kredit murah untuk rakyat.

​Presiden menegaskan, bunga kredit Permodalan Nasional Madani (PNM) yang sebelumnya mencapai 24%, kini dipangkas signifikan di bawah 10% dan diputuskan berada di angka 8%.

Meskipun Presiden mengakui pelaksanaan program ini masih menemui sejumlah kendala di lapangan, ia berkomitmen penuh untuk melakukan penertiban dan pembenahan.

​Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga mengapresiasi capaian swasembada pangan Indonesia yang berhasil diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun, dari target awal empat tahun.

Menurutnya, swasembada pangan adalah kunci utama Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global.

​”Pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa. Saya tidak akan memandang pangan sebagai komoditas karena pangan adalah survival suatu bangsa. Survival bangsa bukan perkara murahnya komoditas, tapi ada tidaknya pangan itu, sehingga kita bisa lebih siap menghadapi krisis apa pun,” tutur Presiden.

​Menutup arahannya, Presiden Prabowo turut memaparkan kekuatan aset kedaulatan bangsa.

Saat ini, Indonesia berada di posisi ke-5 terbesar di dunia dengan total aset yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Danantara mencapai 1.000 triliun dolar AS.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *