Foto: Prokopim / Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara, membuka secara resmi gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Pembangunan di wilayah pelosok Trenggalek resmi dimulai. Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanegara, membuka secara resmi gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 di Lapangan Lembah Kepuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, TMMD adalah “senjata rahasia” untuk memangkas ketertinggalan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.
Mas Syah—sapaan akrab Wabup—menegaskan bahwa kolaborasi dengan TNI adalah solusi cerdas untuk membangun daerah terisolir. Dengan pelibatan personil TNI dan gotong royong masyarakat, biaya operasional pembangunan dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi kualitas hasil.
”Tentu ini membuat beban kami lebih ringan. Biaya bisa ditekan dan hasilnya bisa lebih maksimal. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang konsisten menjadikan Trenggalek sebagai sasaran rutin,” ujar Mas Syah.
Wabup muda ini juga berharap konektivitas yang dibangun dari hulu ke hilir ini mampu menjadi pengungkit ekonomi warga desa yang selama ini terhambat akses transportasi.
Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, memaparkan bahwa TMMD kali ini fokus pada percepatan akselerasi pembangunan desa. Beberapa sasaran utama meliputi:
Pembangunan Akses Jalan (Pembukaan konektivitas wilayah).
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Jambanisasi dan Penyediaan Air Bersih (Peningkatan taraf hidup sehat).
”Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan melalui kemudahan transportasi. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Letkol Isnanto.
Menariknya, TMMD ke-108 ini tidak hanya melibatkan matra darat (Kodim dan Batalyon), tetapi juga personil dari Lanal (Angkatan Laut/Marinir) hingga Angkatan Udara, dengan total kekuatan lebih dari 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK).
Di balik pembangunan semen dan aspal, Letkol Isnanto menekankan adanya misi strategis: Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.
Gotong Royong: Menumbuhkan kembali jiwa komunal masyarakat.
Ketahanan Nasional: Menyiapkan pangkal perlawanan dan mengantisipasi ancaman kedaulatan dengan memperkuat ikatan emosional antara prajurit dan warga.
Dengan proses pengajuan yang biasanya bergulir dua tahun sekali, Pemkab Trenggalek sudah pasang kuda-kuda untuk mengusulkan desa-desa lain tahun depan. TMMD terbukti bukan sekadar proyek fisik, melainkan jembatan bagi warga desa untuk keluar dari jerat isolasi geografis dan ekonomi.
Editor: Tatang Dahono


















