banner 728x250

Gas Pol! KONI Trenggalek Siapkan Puslatkab Demi Dongkrak Peringkat

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Boby / Ketua KONI Trenggalek Doring Rachmadi saat wawancara dengan awak media

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek resmi memulai babak baru.

banner 325x300

Prosesi pelantikan pengurus KONI pergantian antar waktu (PAW) masa bakti 2026–2028 digelar dengan khidmat di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Kamis (23/4/2026).

​Ketua KONI Trenggalek yang baru dilantik, Doding Rachmadi, menjelaskan bahwa struktur kepengurusan kali ini merupakan kombinasi antara wajah lama dan tambahan personel baru.

Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan organisasi untuk mengawal sisa masa bakti dua tahun ke depan.
​”Kami melakukan perpanjangan pengurus lama ditambah dengan pengurus baru untuk penguatan.

Harapannya, formasi ini bisa lebih solid dalam memperjuangkan kemajuan olahraga di Trenggalek,” ujar Doding usai pelantikan.

​Doding menegaskan akan menerapkan pola manajemen baru terhadap 35 Cabang Olahraga (Cabor) yang bernaung di bawah KONI Trenggalek.

Pihaknya melakukan kategorisasi cabor guna memastikan distribusi anggaran yang tepat sasaran dan kompetitif:

​Cabor Unggulan: Cabor yang konsisten meraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang Porprov. Kelompok ini akan mendapatkan dukungan anggaran terbesar.

​Cabor Prestasi: Cabor yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat Kejurprov.

​Cabor Harapan: Cabor yang baru muncul dan menunjukkan tren perkembangan positif.

​”Ada mekanisme promosi di sini. Jika cabor harapan berprestasi, anggaran ditambah. Jika naik ke kelompok prestasi dan terus meningkat, mereka bisa masuk kategori unggulan. Jadi, anggaran benar-benar tegak lurus dengan prestasi,” tegasnya.

​Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, KONI Trenggalek bergerak cepat. Saat ini, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sedang mengevaluasi atlet-atlet potensial.

​Tercatat, sebanyak 20 atlet terpilih akan segera menjalani Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) selama satu tahun penuh.

Strategi ini diambil untuk mendongkrak peringkat Trenggalek yang selama ini berada di papan bawah.

​”Tujuan pemusatan ini jelas: kita ingin mendongkrak prestasi agar Trenggalek keluar dari posisi juri kunci,” tambah Doding.

​Terkait pendanaan, tahun ini KONI Trenggalek mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk pembinaan atlet dan pelaksanaan pemusatan latihan.

​Kabar baik juga datang bagi para atlet terkait bonus. Setelah melalui diskusi panjang dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terdapat perubahan regulasi melalui Dinas terkait untuk meningkatkan nominal bonus atlet berprestasi. Peningkatan anggaran bonus ini dipastikan akan muncul pada tahun anggaran 2027.

​Menutup keterangannya, Doding juga menepis isu banyaknya atlet lokal yang pindah ke daerah lain. Menurutnya, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor miskomunikasi.

Melalui pemetaan lapangan yang lebih baik dan dukungan pembinaan yang nyata, KONI berkomitmen untuk menjaga loyalitas atlet asli Trenggalek.

Editor: Tatang Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *