Foto : Prokopim / Pemkab Pacitan Resmi Luncurkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’, Integrasikan Madin ke Sekolah Formal
PACITAN MAKNAJATIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan secara resmi meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN).
Program inovatif ini mengintegrasikan kurikulum Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam sistem pembelajaran sekolah formal di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan.
Melalui program SSN, materi keagamaan khas madrasah diniyah seperti baca tulis Al-Qur’an dan ilmu Fiqih akan menjadi bagian dari jadwal pembelajaran rutin siswa, setara dengan mata pelajaran umum lainnya.
Penasehat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Timur, K.H. Luqman Harist Dimyati (Gus Luqman), menyatakan bahwa SSN merupakan wujud nyata pengamalan Undang-Undang Pesantren di tingkat daerah.
”SSN ini bisa menjadi pilot project nasional karena program integrasi seperti ini baru pertama kali ada di Pacitan,” ujar Gus Luqman di Pendopo Kabupaten, Selasa (10/03).
Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas tersebut menekankan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas realitas masih banyaknya umat Islam yang belum lancar membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, mengembalikan literasi kitab suci ke sekolah formal adalah langkah selaras dengan fitrah dasar umat.
Prosesi peluncuran SSN dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini diisi dengan khotmil Qur’an 30 juz yang melibatkan ratusan siswa-siswi sekolah formal di Pacitan.
Hadir Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, unsur Forkopimda Kabupaten Pacitan, Sekretaris Daerah (Sekda) serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Dengan resminya program ini, Pemkab Pacitan berharap karakter religius siswa dapat terbentuk sejak dini, melalui penguatan literasi agama yang terstruktur di bangku sekolah.
Editor : Dahono


















