banner 728x250

SLHS Harga Mati: Mengawal Keselamatan di Setiap Sajian MBG

banner 120x600
banner 468x60

Foto: Prokopim / Plt. Bupati Ponorogo Bunda  Lisdyarita, menyajikan makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, melainkan soal kehormatan dalam menjamin gizi dan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan

​PONOROGO MAKNAJATIM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menjaga kualitas hidup warganya bukan sekadar wacana.

banner 325x300

Di bawah komando Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dikawal ketat dengan standar keamanan pangan yang tidak mengenal kompromi.

​Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Bantarangin, Jumat (20/2/2025), sosok yang akrab disapa Bunda Lisdyarita ini menunjukkan ketegasannya.

Baginya, menyajikan makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, melainkan soal kehormatan dalam menjamin gizi dan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan.

​​Bunda Lisdyarita menekankan bahwa setiap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan “perisai” untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

​”Kita minta izin SLHS harus selesai dulu baru bisa beroperasi. Ini cara kita membentengi biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bunda Lisdyarita dengan penuh instruksi.

​Dari 117 titik SPPG yang tersebar di Bumi Reog, lebih dari 40 titik telah beroperasi dengan standar kebersihan yang mumpuni. Pemkab terus melakukan pengawasan melekat agar sisa titik lainnya segera memenuhi standar emas tersebut.

​Sinergi untuk Kesejahteraan Luas
​Program MBG di tangan Pemkab Ponorogo bukan hanya soal nutrisi, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi.

Dengan melibatkan Kodim 0802/Ponorogo, Polres, dan berbagai perangkat daerah, program ini menciptakan:

​Keamanan Gizi: Prioritas bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan anak sekolah.

​Peluang Kerja: Pembukaan lapangan pekerjaan di dapur-dapur SPPG.
​Ekonomi Lokal: Penyerapan hasil pangan dari petani dan peternak lokal Ponorogo.

Langkah heroik ini menunjukkan bahwa Ponorogo tidak hanya ingin menjalankan program nasional, tetapi ingin menjadi teladan dalam keamanan pangan dan kemandirian ekonomi.

Sinergi Satgas MBG menjadi kunci utama bahwa setiap porsi makanan yang sampai ke tangan warga adalah, simbol kepedulian negara yang sehat, aman, dan berkualitas.

Editor: Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *